IDEA JATIM, BATU – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah di SMPN 2 Kota Batu, Senin (13/7) pagi. Ratusan siswa baru tampak memadati area sekolah dengan didampingi oleh orang tua mereka.
Gerakan mengantar anak di hari pertama sekolah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang tengah digalakkan di Kota Batu.
Salah satu wali murid, Fuad yang terlihat mengantarkan putranya mengungkapkan bahwa meluangkan waktu di hari pertama sekolah sangat penting untuk memberikan dorongan moral dan rasa aman bagi anak yang tengah bertransisi ke jenjang pendidikan baru.
“Mengantarkan anak di hari pertama ini adalah bentuk komitmen kami sebagai orang tua. Kami ingin anak merasa didukung penuh saat memasuki lingkungan yang baru,” ujar Fuad saat mengantarkan anaknya di SMPN 2 Kota Batu.

Lebih lanjut, Fiad menegaskan bahwa kehadirannya juga bertujuan untuk mendukung penuh program Sebaya Sae (Sekolah Bersama Sahabat Nyaman, Aman, dan Edukatif). Program yang berfokus pada terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas perundungan (bullying) ini dinilai sangat krusial bagi perkembangan remaja.
“Dengan mengantar langsung, kami bisa melihat lingkungan belajarnya dan berinteraksi singkat dengan guru serta wali murid lainnya. Ini selaras dengan semangat Sebaya Sae, di mana sinergi antara orang tua dan sekolah menjadi fondasi utama agar anak-anak bisa berinteraksi dengan sehat, aman, dan saling mendukung antarteman sebaya mereka,” imbuh Fuad.
Antusiasme para orang tua, khususnya para ayah yang terlibat dalam gerakan ini, mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Batu. Dalam Apel Rutin Senin pagi di Balai Kota Among Tani, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para orang tua.
“Hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah. Saya mengapresiasi para ayah yang meluangkan waktu mengantar putra-putrinya ke sekolah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) ,” tutur Heli.
Nurochman menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan anak sangat selaras dengan visi besar pembangunan daerah. Menurutnya, kesuksesan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik semata.
“Membangun Kota Batu tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan gedung, tetapi juga membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi lahirnya generasi emas,” tambah Wali Kota.
Sementara itu, pihak SMPN 2 Kota Batu menyambut baik antusiasme para wali murid serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kehadiran orang tua di hari pertama dinilai menjadi modal awal yang kuat untuk membangun komunikasi yang transparan, guna menyukseskan iklim belajar yang harmonis sepanjang tahun ajaran baru. (*)



