Gelar Pameran ‘Hulu Hilir’ di Greenation 2026, Pengkarya Potret Kegelisahan Ekologis Kota Batu melalui Fotografi

IDEA JATIM, BATU – Mengalir lebih dari sekadar air, hubungan antara manusia dan alam di Kota Batu kini tengah menghadapi tantangan serius. Mulai dari alih fungsi lahan, penyusutan ruang hijau, kerusakan ekosistem, hingga silang sengkarut persoalan sampah menjadi pemicu lahirnya pameran kolaboratif bertajuk “Hulu Hilir”.

Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Greenation 2026 dan peringatan Hari Lingkungan Hidup ini merupakan hasil kerja sama berbagai elemen masyarakat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Acara ini juga diikuti oleh fotografer lingkungan ternama, Fully Syafii, serta sejumlah seniman dan pengkarya lainnya.

Rizki Dwi Putra, selaku salah satu pengkarya fotografi lingkungan yang terlibat dalam pameran ini, mengungkapkan bahwa “Hulu Hilir” bukan sekadar ruang pamer biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan respons terhadap realitas ekologis Kota Batu saat ini. Melalui lensa kamera, para pengkarya berupaya menangkap jejak-jejak keterikatan manusia dengan alam yang perlahan mulai berubah akibat laju pembangunan.

Kota Batu
Gelar Pameran 'Hulu Hilir' di Greenation 2026, Pengkarya Potret Kegelisahan Ekologis Kota Batu melalui Fotografi 1

“Kami ingin mengajak masyarakat menengok dan mendengarkan kembali apa-apa yang mulai perlahan pudar. Lewat karya fotografi ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya tentang alam yang terluka, melainkan juga tentang relasi yang retak antara manusia dan tempat hidupnya,” ujar Rizki Dwi Putra di sela-sela pameran.

Baca Juga:  Wujudkan Kota Ramah Eyang, Pemkot Batu Godok Program Lintas Sektor untuk Lansia

Rizki menambahkan, pameran ini sengaja mengolaborasikan berbagai media mulai dari fotografi, batik lukis, seni instalasi, hingga karya inovasi lainnya. Tujuannya adalah merawat kesadaran ekologis masyarakat melalui bahasa seni yang lebih menyentuh emosi dan kesadaran terdalam.

Bagi Rizki dan para pengkarya yang terlibat, pameran “Hulu Hilir” adalah sebuah ruang perjumpaan antara kegelisahan, harapan, dan tanggung jawab bersama di tengah arus zaman yang bergerak begitu cepat.

“Setiap yang tiba di hilir sesungguhnya bermula dari hulu. Krisis ekologis yang kita saksikan hari ini adalah aliran panjang dari pilihan-pilihan yang kita buat di hari-hari sebelumnya. Melalui karya-karya ini, kami berharap kita semua bisa berhenti sejenak, mempertanyakan kembali posisi kita, dan menyadari bahwa menjaga alam berarti merawat diri kita sendiri,” imbuhnya.

Melalui pameran tersebut, ia optimis bahwa masih ada kesempatan untuk mengubah arah arus dan mengembalikan keseimbangan alam demi masa depan.

Dalam pameran yang berlangsung mulai 20-27 Juni 2026 mulai pukul 12.00 WIB – 21.00 WIB di Gedung St. Simon Stock Kota Batu tersebut memamerkan 7 karya fotografi cerita, 6 karya seni rupa hasil residensi merespon Sumber Brantas, 2 karya inovasi dari SMP 1 dan Smp Muhammadiyah serta 2 karya instalasi dari Ecoton. (*)

Baca Juga:  ​Harlah Pancasila 2026, Kota Batu Gaungkan Semangat Persatuan dan Perdamaian Dunia

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img