IDEA JATIM, BATU — Panggung digital kini menjadi medan tempur baru bagi produk-produk lokal, memaksa para pelaku usaha untuk tidak lagi sekadar mengandalkan kelezatan rasa atau kualitas fisik produk. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Batu langsung tancap gas membekali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan senjata teknologi modern demi memenangkan persaingan pasar yang kian ketat.
Langkah taktis ini ditandai dengan dibukanya Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) dan Canva di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis (16/7). Dalam acara yang diinisiasi lewat kolaborasi strategis dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur tersebut, Wali Kota Batu, H. Nurochman, S.H., M.H., menegaskan bahwa cara-cara konvensional sudah harus bertransformasi.
“UMKM adalah salah satu pilar utama perekonomian Kota Batu, mulai dari sektor pertanian, olahan pangan, kuliner, kerajinan, fesyen, hingga ekonomi kreatif. Namun hari ini, persaingan tidak lagi hanya terjadi di pasar konvensional atau toko fisik, melainkan sudah bergeser ke ruang digital,” ujar Nurochman.

Urgensi migrasi ke ekosistem digital ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sektor Perdagangan Besar dan Eceran menyumbang kontribusi terbesar bagi perekonomian Kota Batu sebesar 18,69 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang menembus Rp23,68 triliun.
Melihat angka fantastis tersebut, Nurochman mengingatkan bahwa pengemasan dan strategi pemasaran digital memegang peranan yang sangat vital saat ini. Pelaku usaha tidak boleh lagi menutup mata terhadap efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi kecerdasan buatan. Mengutip data Microsoft Work Trend Index 2025, sebanyak 97 persen pemimpin bisnis di Indonesia percaya AI akan mentransformasi strategi operasional mereka.
Kendati demikian, Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur ini memberikan catatan penting agar para pelaku UMKM tidak kehilangan jati diri dan terlalu bergantung pada mesin.
“Saya ingin menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti kreativitas dan inovasi Bapak-Ibu sekalian. Teknologi hanyalah alat bantu (tool). Kualitas produk yang konsisten, pelayanan yang prima, serta kepercayaan konsumen tetap menjadi fondasi utama keberhasilan sebuah usaha,” jelasnya mengingatkan.
Pelatihan yang menghadirkan Team Duta Canva sebagai narasumber ini diharapkan tidak menjadi seremonial belaka, melainkan melahirkan aksi nyata di lapangan. Dorongan ini juga mendapat dukungan penuh dari pusat, yang terlihat dari hadirnya Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan secara daring. Selain itu, hadir pula Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Agus Rachmanto, S.I.P., serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M.
Sebagai pembakar semangat bagi para peserta yang hadir, Wali Kota Batu menutup arahannya dengan sebuah pantun yang disambut antusias:
“Ke pasar Batu membeli pepaya, Singgah sebentar menikmati suasana. Mari manfaatkan AI dengan bijaksana, UMKM maju, Kota Batu semakin berjaya,” pungkasnya. (*)




