Rembuk Ekologi Bulukerto Tekankan Urgensi Pelestarian Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – “Setiap tetes adalah pertaruhan antara hidup dan kehidupan.” Filosofi mendalam ini menjadi ruh dalam acara Rembuk Ekologi yang digelar sebagai rangkaian Festival Mata Air Ke-3 di Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (23/4/2026).

Acara yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi lingkungan ini dihadiri langsung oleh Plt. Wali Kota Batu, H. Heli Suyanto, yang menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam menjaga benteng alam di wilayah hulu, khususnya Desa Bulukerto yang dikenal sebagai penyangga ketersediaan air bagi wilayah di bawahnya.

Dalam sambutannya, Plt. Wali Kota Heli Suyanto menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya air.

Ia juga secara khusus mengapresiasi kehadiran para pakar dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Malang (Unisma) untuk memberikan landasan ilmiah bagi pelestarian lingkungan di Kota Batu.

“Masalah air bukan sekadar masalah teknis, tapi masalah masa depan kehidupan. Kita butuh aksi nyata yang terintegrasi antara pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat desa,” ujar Heli Suyanto.

Plt. Wali Kota Heli juga mendorong adanya digitalisasi literasi ekologi dengan mengajak para narasumber untuk mentransformasikan karya-karya ilmiah mereka ke Perpustakaan Kota Batu agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat, terutama generasi muda.

Sementara itu, Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, melaporkan bahwa Festival Mata Air ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga yang secara konsisten menjadi ruang diskusi dan aksi bagi para pengelola Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) dan masyarakat adat.

“Bulukerto berada di ketinggian yang membawa kesejukan, namun posisi ini juga membawa tanggung jawab besar sebagai benteng alam. Melalui Rembuk Ekologi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kelestarian mata air,” jelas Suhermawan.

Rembuk Ekologi ini menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Kaprodi S2 Sosiologi UMM, Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Dosen Ilmu Hukum Unisma, M. Fahrudin Andriansyah, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Perhutani hingga pengelola Hippam se-Kecamatan Bumiaji ini, diharapkan melahirkan rekomendasi strategis dalam perlindungan sumber mata air guna menjamin keberlangsungan hidup masyarakat Kota Batu di masa depan. (*)

Berita Terkini

Jamaah Haji Kota Batu Tiba di Madinah; Cak Nur : Alhamdulillah Sehat Semua

IDEA JATIM, BATU – Kabar melegakan datang dari rombongan...

Pelatihan Buket di Lapas Perempuan Malang, Fatayat NU Singosari Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha

IDEAJATIM.ID, MALANG – Upaya pemberdayaan perempuan terus digencarkan PAC...

Kepemimpinan Bukan Jabatan, Ini Pesan Anies di Kuliah Umum Umsida

IDEAJATIM.ID, SIDOARJO - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kuliah...
spot_img
Berita Terkait