IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Kabupaten Pasuruan tidak hanya kaya akan potensi wisata alamnya, tetapi juga menyimpan ragam rupa wisata religi dan sejarah yang menarik untuk dikulik. Salah satunya adalah Masjid Baitul Muttaqin yang terletak di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Bukan sekadar tempat ibadah biasa, masjid yang berdiri kokoh di kawasan strategis Purwosari ini ternyata menjadi bagian dari proyek monumental sosio religius pada masa pemerintahan Orde Baru.
Berdasarkan pantauan Ideajatim.id di lokasi, sebuah prasasti marmer putih yang tertempel di dinding masjid menjadi bukti otentik sejarah tersebut.

Masjid Baitul Muttaqin rupanya dibangun atas sumbangan dari Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP). Tempat ibadah ini diresmikan langsung pada tanggal 24 November 1988 oleh Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, selaku Ketua YAMP.
Untuk diketahui, masjid-masjid berlogo YAMP yang tersebar di seluruh Nusantara pada era 1980-an memiliki kisah gotong royong yang unik. Dananya bukan diambil dari APBN, melainkan dari himpunan sumbangan sukarela melalui potongan gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta anggota ABRI (sekarang TNI/Polri) yang beragama Islam di masa itu.
Hingga saat ini, Masjid Baitul Muttaqin Purwosari masih merawat dengan baik ciri khas arsitektur asli bangunan YAMP. Alih-alih menggunakan kubah bulat bergaya Timur Tengah, atap masjid ini berbentuk tumpuk atau tajug yang sarat akan nilai kearifan lokal budaya Jawa.
Saat memasuki serambi luar, jemaah akan disambut oleh pilar-pilar kokoh berlapis keramik putih dan rangka atap kayu terekspos yang megah. Pintu-pintu masuk berbahan kayu dengan kaca transparan berjejer rapi menyambut kedatangan umat yang hendak menunaikan ibadah.

Masuk ke bagian dalam ruang utama sholat, atmosfer religius yang teduh langsung terasa berkat hamparan karpet sajadah berwarna hijau. Nuansa klasik kian kental dengan adanya interior kayu jati pada bagian mihrab tempat imam memimpin sholat yang dipenuhi ukiran tradisional yang detail.
Di sudut ruang utama, tampak pula sebuah jam bandul berdiri berukuran besar dan mimbar khotbah berbahan kayu yang masih terawat apik.
Kendati sarat akan nilai historis, pengelola masjid tidak menutup mata pada perkembangan zaman demi kenyamanan jemaah.
Ruang utama kini telah dilengkapi fasilitas modern seperti pendingin ruangan, lampu gantung kristal yang mewah di tengah langit-langit, kain satir pembatas shaf, serta papan informasi digital LED yang menampilkan jadwal sholat hingga laporan keuangan masjid secara transparan.
Kini, selain aktif digunakan untuk ibadah salat lima waktu dan peringatan hari besar Islam, kompleks Masjid Baitul Muttaqin Purwosari juga hidup dengan kegiatan syiar pendidikan.
Di bawah naungan Yayasan Baitul Muttaqin, kawasan ini juga menjadi pusat pendidikan anak usia dini (KB/TK) bagi warga sekitar.
Bagi Anda yang sedang melintasi jalur Pasuruan-Malang, tidak ada salahnya menepi sejenak di Masjid Baitul Muttaqin Purwosari. Selain untuk menunaikan ibadah, Anda bisa sekaligus melihat langsung jejak sejarah arsitektur religi masa lalu yang masih lestari hingga hari ini. (Red)



