IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan kemandirian ekonomi warganya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah nyata yang digenjot saat ini adalah memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal secara gratis bagi para pelaku usaha setempat.
Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, mengungkapkan bahwa pemenuhan legalitas ini sangat krusial agar masyarakat dapat berdaya secara mandiri. Dengan mengantongi legalitas resmi seperti NIB dan sertifikat halal, kepercayaan konsumen terhadap produk lokal dipastikan akan meningkat tajam.
“Melalui kepemilikan legalitas ini, terutama NIB dan sertifikasi halal, warga atau konsumen bisa merasa yakin dan aman untuk membeli produk-produk yang dibuat oleh pelaku UMKM kita,” ujar Randi di sela-sela kegiatan pendampingan bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan.
Dari sisi peningkatan kualitas produk, Pemdes Kejapanan juga rutin menyelenggarakan berbagai pelatihan skill atau keterampilan kerja.
“Kami mengadakan pelatihan pembuatan jajanan tradisional hingga bakery. Tujuannya agar mereka yang belum punya keterampilan bisa memulai usaha, dan yang sudah ada bisa meningkatkan kualitas produknya. Selain itu, kami juga mendampingi dalam hal teknik kemasan, digital marketing, hingga manajemen keuangan usaha,” tambah Randi Saputra.
Saat ini, pembinaan UMKM di Desa Kejapanan dilakukan secara tematik di beberapa titik dusun untuk menciptakan klaster industri kreatif yang fokus. Salah satu yang paling menonjol adalah Kampung Pia yang menaungi sekitar 60 hingga 100 pengusaha pia.
Selain itu, terdapat juga kelompok pengrajin kriya yang memanfaatkan kain perca menjadi keset dan alat rumah tangga, serta sentra olahan bebek dan telur asin di Dusun Tawangsari.
Menariknya, kelompok peternak unggas di Tawangsari ini pernah menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Nasional kelompok unggas terbaik berkat inovasi pakan kepala udang yang menghasilkan telur asin berkualitas tinggi yang masir, oren, dan gurih.
“Kami berharap produk-produk UMKM lokal Kejapanan tidak hanya mampu merajai pasar daerah, namun juga siap bersaing di kancah nasional,” jelasnya. (*)



