UM dan Pemkab Malang Perkuat 17 Sekolah Unggulan Lewat Sistem Digital

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) bersama Pemerintah Kabupaten Malang mempertegas komitmen bersama dalam mendongkrak mutu pendidikan daerah. Komitmen tersebut dimatangkan melalui rapat evaluasi dan koordinasi Program Sekolah Unggulan yang dipimpin langsung oleh Bupati Malang di Rumah Dinas Bupati. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian program sekaligus merumuskan penguatan kebijakan pasca-penetapan 17 Sekolah Unggulan di wilayah Kabupaten Malang.

​Langkah inovatif langsung ditekankan oleh Rektor UM yang mendorong optimalisasi model pendampingan berbasis teknologi. Menurutnya, keterbatasan ataupun efisiensi anggaran daerah di masa mendatang tidak boleh menjadi kendala yang menurunkan kualitas pendidikan. UM sendiri selaku mitra strategis telah menyiapkan infrastruktur khusus agar program ini tetap berjalan optimal secara digital.

​“Payung hukum yang kuat menjadi kunci keberlanjutan program. Jika terdapat efisiensi anggaran, pendampingan sekolah tetap dapat dilakukan melalui sistem daring agar mutu layanan pendidikan tidak terganggu,” tegas Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

​Dukungan terhadap kejelasan identitas program ini juga disampaikan oleh Wakil Rektor I UM. Ia mengingatkan bahwa tata kelola sekolah yang ditunjuk ini harus benar-benar berbeda dengan sekolah pada umumnya, sehingga diperlukan petunjuk teknis operasional yang komprehensif mulai dari manajemen kelas, mutasi guru, hingga pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). ​“Sekolah Unggulan harus memiliki karakteristik yang jelas, baik dari sisi tata kelola, sistem penerimaan peserta didik, maupun indikator keberhasilannya,” ujar Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd menambahkan.

Baca Juga:  Sambut Ramadan 1447 H, Masjid Al-Hikmah UM Siapkan 500 Paket Buka Puasa Gratis Setiap Hari

​Merespons masukan dari jajaran akademisi UM, Bupati Malang, Drs. Sanusi menegaskan bahwa pemerintah daerah menempatkan Program Sekolah Unggulan sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia. Sebagai bentuk keseriusan, program ini telah diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta Rencana Strategis Dinas Pendidikan jangka panjang.

​“Sekolah Unggulan harus menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang kompetitif dan berdaya saing. Karena itu, dukungan kebijakan dan pendanaan harus dipastikan keberlanjutannya,” ungkap Bupati Malang secara optimistis.

​Sebagai tindak lanjut konkret memasuki tahun 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bersama UM akan tancap gas melanjutkan pembinaan terhadap 17 Sekolah Unggulan yang mencakup tujuh sekolah dasar dan sepuluh sekolah menengah pertama. Evaluasi ini memastikan program tidak sekadar berorientasi pada nilai akademik, melainkan juga memperkuat karakter, literasi digital, dan kemampuan multitalenta siswa, sekaligus menjadi model transformasi pendidikan berkualitas yang adaptif terhadap tantangan masa depan. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Perempuan Kini Jadi Motor Penggerak Industri Nasional

IDEA JATIM, ​MALANG – Wajah industri Indonesia kini kian...

Rayakan Dies Natalis ke-62, UNMER Malang Gelar Merdeka Muharam Festival 2026

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Merdeka (UNMER) Malang menyambut...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img