SMPI Almaarif 01 Singosari Luluskan 174 Siswa, Pendidikan Karakter dan Tahfidz Jadi Kunci Keberhasilan

IDEAJATIM.ID, MALANG – Tasyakur Kelulusan ke-47 SMPI Almaarif 01 Singosari bukan sekadar seremoni pelepasan siswa. Di balik kelulusan 174 peserta didik yang dinyatakan lulus 100 persen, sekolah menegaskan komitmennya membangun generasi yang unggul dalam akademik, kuat dalam spiritualitas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, Sabtu (13/6), dihadiri oleh siswa, wali murid, guru, dan jajaran yayasan.

Suasana penuh haru berpadu dengan kebanggaan saat para siswa menampilkan kemampuan dalam Program Tahfidz Bil Qolam yang menjadi salah satu program unggulan sekolah.

Kepala SMPI Almaarif 01 Singosari, Evi Mauludiyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh siswa dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik maupun non akademik, mulai asesmen satuan pendidikan, program Syarat Kecakapan Ubudiyah (SKU), pengabdian masyarakat, hingga penilaian sikap.
“Alhamdulillah, seluruh 174 siswa kelas IX tahun ajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen. Ini menjadi bukti keberhasilan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik,” ujarnya.

SMPI Almaarif 01

Menurut Evi, sekolah terus mengembangkan konsep pendidikan berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dengan mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal untuk melahirkan generasi Ulul Albab yang seimbang antara zikir, pikir, dan ikhtiar.
“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai program unggulan, seperti tahfidz Al-Qur’an, riset ilmiah, robotik, public speaking, serta pembelajaran baca tulis Al-Qur’an yang bekerja sama dengan Bil Qolam Pondok Ilmu Al-Qur’an Singosari,” imbuhnya.

Dari program tersebut, hasilnya, tahun ini seorang siswa berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sementara puluhan siswa lainnya mampu menyelesaikan hafalan tiga hingga sebelas juz. Di bidang akademik, siswa juga menghasilkan 28 karya tulis ilmiah serta mengembangkan robot sumo dan robot transformer sebagai bagian dari pembelajaran inovatif.

Selain fokus pada akademik dan keagamaan, sekolah juga kembali meluncurkan kader Adiwiyata sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus persiapan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. Sebelumnya, sekolah telah meraih penghargaan Green School, Sekolah Literasi Hijau, dan Sekolah Adiwiyata.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada anggota Pramuka Garuda sebagai apresiasi atas karakter kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan.

“Kami berharap, dengan program unggulan ini bisa memberikan kesempatan dan peluang bagi siswa untuk terus berkembang dan berkompeten dengan semua ilmunya yang diraih di SMPI,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH Anas Noor, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendidikan di Almaarif bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dalam bidang akademik, keagamaan, seni, maupun keterampilan hidup.
Ia juga mengajak para lulusan merayakan keberhasilan dengan cara yang lebih bermanfaat, seperti menyumbangkan seragam sekolah kepada yang membutuhkan daripada melakukan aksi konvoi atau mencoretnya.

“Lebih baik seragam dicuci dan disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Kegembiraan harus diwujudkan dengan cara yang baik dan membawa manfaat bagi sesama,” pesannya.

Gus Anas berharap para lulusan mampu menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama belajar di SMPI Almaarif 01 Singosari sehingga tumbuh menjadi generasi berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, peduli lingkungan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

spot_img
Berita Terkait