IDEA JATIM, MALANG – Rafli Zaidan Fahreza, siswa SD Islam Sabilillah Malang (SDIS) 1, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih nilai sempurna 100 pada dua mata pelajaran sekaligus, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia, dalam ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Capaian luar biasa Rafli ini memimpin keberhasilan massal 18 siswa SDIS 1 yang sukses meraih predikat “Baik-Istimewa” dalam ujian tersebut. Secara keseluruhan, terdapat delapan siswa yang berhasil mengantongi nilai 100.
Pada mata pelajaran Matematika, nilai sempurna diraih oleh lima siswa, yaitu: Rafli Zaidan Fahreza, Muhammad Arkan Ramadhan, Muhammad Ihsan Fakhri, Keisha Naaila Salsabila, dan Muhammad Fahreza Raditya. Sementara itu, tiga siswa penoreh nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah Rafli Zaidan Fahreza, Ayuta Salsabila, dan Azkia Arsya Nabila Ulfa.
Kepala SD Islam Sabilillah Malang 1, Qoniah Agustina, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas capaian anak didiknya. Ia menegaskan bahwa torehan ini adalah buah dari konsistensi belajar dan kerja keras seluruh elemen sekolah.
”Hadza min fadhli Rabbi. Tentu ini semua berkat kerja keras anak-anak. Namun bagi kami, ini bukan sekadar tentang angka 100, melainkan tentang usaha keseluruhan. Jika dirata-rata, kemampuan anak-anak kami secara umum berada di atas rata-rata nasional maupun provinsi,” ujar Qoniah, Senin (1/6).
Berdasarkan data yang diperoleh, rincian predikat Baik-Istimewa (kategori nilai 100 dan 96,67) SDIS-1 terbagi sebagai berikut:
Bahasa Indonesia: 15 siswa masuk kategori Baik Istimewa (3 siswa meraih nilai 100, dan 12 siswa meraih nilai 96,67). Matematika: 6 siswa masuk kategori Baik Istimewa (5 siswa mencetak nilai 100, dan 1 siswa meraih nilai 96,67).
Langkah dan upaya sekolah selama ini didukung penuh oleh sinergi yang kuat dengan wali murid. Pihak sekolah melakukan sosialisasi timeline program kelas 6 secara transparan sejak awal, sehingga orang tua dapat ikut mengawal perkembangan belajar anak di rumah dengan selaras.
”Kunci sukses lainnya adalah keterbukaan. Kami selalu menyampaikan progress akademik anak secara berkala kepada orang tua. Sinergi yang harmonis antara guru di sekolah dan orang tua di rumah inilah yang menjadi suplemen berharga bagi mental dan kemampuan anak-anak,” jelasnya.
Qoniah menuturkan, pencapaian prestasi ini terasa sangat spesial karena kelas 6 tahun ini merupakan generasi “Angkatan Covid-19”. Sejak awal menapakkan kaki di bangku sekolah dasar, para siswa ini sudah harus beradaptasi tumbuh dan berkembang berdampingan dengan teknologi melalui sistem pembelajaran daring (online).
”Anak-anak ini masuk kelas 1 di era pandemi yang penuh keterbatasan. Namun, tantangan itu justru membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan cepat beradaptasi dengan teknologi. Hari ini, mereka membuktikan bahwa kendala di masa lalu tidak menjadi penghalang untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” pungkas Qoniah dengan bangga.
Di tengah tantangan zaman, SD Islam Sabilillah Malang 1 membuktikan komitmennya untuk selalu mengutamakan kualitas pembelajaran yang bermutu. Kerja sama yang solid antara pihak sekolah, orang tua, dan kegigihan para siswa kini berbuah manis dengan keberhasilan mencatatkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. (*)





