Dulu Dikurung Pandemi, Siswa SDIS-1 Borong Nilai 100

IDEA JATIM, MALANG – Siapa bilang anak-anak angkatan pandemi itu lemah?

​Lihatlah bocah bernama Rafli Zaidan Fahreza ini. Dia siswa SD Islam Sabilillah Malang (SDIS) 1. Umurnya masih belia. Tapi otaknya? Dahsyat.

Dalam ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang baru lalu, Rafli membuat kejutan besar.

​Dia meraih nilai 100. Sempurna.

​Hebatnya lagi, nilai 100 itu bukan cuma untuk satu mata pelajaran. Tapi dua sekaligus: Matematika dan Bahasa Indonesia! Jarang ada anak yang otak kiri dan otak kanannya seimbang seperti ini. Biasanya, kalau jago Matematika, Bahasa Indonesianya kedodoran. Atau sebaliknya. Rafli menyapu bersih keduanya.

​Tapi Rafli tidak sendirian. Dia adalah “panglima” dari gelombang prestasi massal di sekolahnya.

​Tahun ini, SDIS 1 Malang benar-benar panen raya. Ada 18 siswanya yang sukses meraih predikat tertinggi: “Baik-Istimewa”. Dan kalau dihitung total, ada delapan anak yang berhasil mengantongi nilai 100.

​Siapa saja mereka?

​Di Mapel Matematika, ada lima pendekar nilai sempurna. Selain Rafli, ada Muhammad Arkan Ramadhan, Muhammad Ihsan Fakhri, Keisha Naaila Salsabila, dan Muhammad Fahreza Raditya.

​Lalu di Mapel Bahasa Indonesia, ada tiga peraih nilai 100: Rafli (lagi), Ayuta Salsabila, dan Azkia Arsya Nabila Ulfa.

​Bagi sang Kepala Sekolah, Qoniah Agustina, S.Pd., pencapaian ini adalah berkah yang luar biasa. “Hadza min fadhli Rabbi,” ucapnya lirih saat saya hubungi Senin kemarin. Wajahnya pasti sumringah.

​Namun, Qoniah tidak mau jemawa. Dia tipe pendidik yang melihat proses, bukan sekadar angka di atas kertas. “Ini bukan sekadar tentang angka 100. Ini tentang usaha keseluruhan anak-anak,” katanya.

​Dan kalau mau jujur, kemampuan rata-rata siswa di sekolah ini memang sudah di atas rata-rata nasional. Juga di atas rata-rata provinsi Jawa Timur.

​Mari kita bedah datanya.

​Untuk predikat “Baik-Istimewa”—yaitu mereka yang dapat nilai 100 dan 96,67—angkanya bikin geleng-geleng kepala:
​Bahasa Indonesia: 15 siswa masuk kategori ini (3 anak dapat 100, 12 anak dapat 96,67).

​Matematika: 6 siswa masuk kategori ini (5 anak dapat 100, 1 anak dapat 96,67).
​Apa kuncinya?

​Ternyata tidak ada mantra sihir di Sabilillah. Kuncinya sederhana tapi berat melaksanakannya: Sinergi dan keterbukaan.

​Sejak awal masuk kelas 6, sekolah sudah buka-bukaan soal timeline program kepada wali murid. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Orang tua tahu persis kapan anaknya harus ngebut, kapan harus istirahat. Kemajuan akademik anak dilaporkan secara berkala.

​”Sinergi yang harmonis antara guru di sekolah dan orang tua di rumah inilah yang jadi suplemen berharga bagi mental anak-anak,” jelas Qoniah.

​Tapi, ada satu hal lagi yang membuat prestasi tahun ini terasa begitu emosional.

​Anak-anak kelas 6 yang lulus tahun 2026 ini adalah “Angkatan Covid-19”. Mereka masuk kelas 1 SD tepat saat pandemi sedang mengganas. Saat dunia sedang mencekam.

​Bayangkan. Anak umur 7 tahun, baru mau merasakan indahnya sekolah, sudah harus dikurung di rumah. Mereka dipaksa berteman dengan layar laptop dan smartphone. Belajar lewat daring. Manja? Pasti ada kiranya.

​Namun sejarah membuktikan: tekanan justru membentuk permata.

​”Tantangan itu justru membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan cepat beradaptasi dengan teknologi,” ujar Qoniah dengan nada bangga.

​Hari ini, anak-anak “Angkatan Korona” dari Malang itu telah membuktikan. Keterbatasan masa lalu bukan alasan untuk jadi pecundang. Mereka justru tumbuh menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

​Sabilillah Malang telah memberi kita pelajaran berharga: kalau sekolah dan orang tua kompak, badai sebesar pandemi pun justru melahirkan generasi juara.

​Maju terus, Rafli dan kawan-kawan! Selamat untuk SD Islam Sabilillah Malang 1!. (*)

Berita Terkini

Amin Machmudi, Guru SMKN 2 Singosari yang Tembus 10 Besar PROTEG 2026

MALANG, IDEAJATIM.ID – Kerja keras dan semangat berinovasi mengantarkan...

Genap 30 Tahun: Antiphaty Masih Terus Menggali Perlawanan dari Bawah Tanah

IDEA JATIM, MALANG — Tiga dekade berkiprah di skena...

Edukasi Keselamatan Rel Kereta, PT KAI Bekali Siswa MTsN 3 Malang Sejak Dini

.IDEAJATIM.ID, MALANG – MTsN 3 Malang bekerja sama dengan...
spot_img
Berita Terkait