IDEAJATIM.ID, MALANG – MAN 2 Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H yang diikuti lebih dari 560 anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama MAN 2 Kota Malang, Jumat, (25/6/2026) itu menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan inklusivitas kepada masyarakat.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Afnan Zain Jamil dan doa yang dipimpin Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang KH Achmad Shampton, Ketua BAZNAS Kota Malang, jajaran perangkat daerah, serta berbagai lembaga zakat dan mitra sosial.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH Achmad Shampton atau Gus Shampton, mengatakan pihaknya ingin menjadikan Kota Malang sebagai pusat layanan terbaik bagi anak yatim. Menurutnya, dana kegiatan berasal dari aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama Kota Malang sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Kami juga menyediakan voucher yang dapat digunakan anak-anak untuk berbelanja produk UMKM. Selain berbagi kebahagiaan, kami ingin menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, MAN 2 Kota Malang juga telah meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Prestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya pelayanan publik yang profesional dan berintegritas di lingkungan madrasah.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas harus terus dilakukan agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kegiatan ini menunjukkan semangat berbagi yang luar biasa. Anak-anak juga dapat memilih sendiri kebutuhan mereka melalui voucher yang ditukarkan di bazar UMKM, sehingga memberikan pengalaman yang membahagiakan,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada peserta dan foto bersama. Melalui acara ini, MAN 2 Kota Malang kembali membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya membentuk prestasi akademik, tetapi juga karakter, empati, dan kepedulian sosial. Sinergi antara madrasah, pemerintah, Kementerian Agama, dan berbagai lembaga diharapkan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menguatkan semangat membangun Kota Malang yang inklusif dan berdaya. (*)




