Debut Manis Tim Sepak Bola Putri SDN Lowokwaru 3 Malang, Ukir Prestasi Juara di MLSC 2026

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana upacara hari Senin di halaman SDN Lowokwaru 3 Kota Malang, 25 Mei 2026, mendadak riuh dengan tepuk tangan dan apresiasi yang membanggakan. Sekolah yang dikenal aktif mencetak generasi berkarakter ini baru saja merayakan pencapaian luar biasa dari tim sepak bola putri mereka yang berhasil menyabet gelar juara dalam ajang bergengsi ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Malang Seri 2 2025-2026. Prestasi ini menjadi catatan sejarah baru dan sangat istimewa mengingat turnamen ini merupakan prestasi pertama bagi tim sepak bola putri binaan SDN Lowokwaru 3.

​Kepala SDN Lowokwaru 3 Malang, Dra. Anis Yuniati, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya saat menceritakan perjuangan anak-anak didiknya di lapangan hijau. Menurutnya, keberhasilan dramatis ini tidak lepas dari besarnya peran serta dan suntikan semangat dari para orang tua murid yang setia mengawal anak-anak mereka sejak babak penyisihan hingga partai final. ​”Luar biasa, prestasi ini juga membanggakan orang tua yang men-support. Support orang tua, dari babak penyisihan sampai masuk final itu saya lihat luar biasa,” ungkap Anis.

​Anis juga menambahkan bahwa kehadiran orang tua di stadion memberikan dampak psikologis yang sangat besar bagi mental bertanding anak-anak. Semangat mereka seketika berlipat ganda karena merasa didukung penuh oleh orang-orang tercinta dari pinggir lapangan. Bagi pihak sekolah, gelar juara yang didapat merupakan bonus manis dari kerja keras dan kegigihan yang ditunjukkan oleh anak-anak selama kompetisi berlangsung.

​Guna mendukung bakat non-akademik ini, pihak sekolah memberikan kelonggaran waktu bagi para siswi untuk berlatih setelah jam pelajaran usai. Di bawah arahan tim pelatih, mereka dengan giat mengasah kemampuannya. Anis menceritakan bagaimana ia kerap memantau langsung proses latihan tersebut dan kagum melihat energi anak-anak yang seolah tidak ada habisnya. Terlebih lagi, program sepak bola putri ini merupakan hal baru yang berhasil digarap dengan sangat baik oleh sang pelatih.

​Lebih dari sekadar mengejar piala dan piagam penghargaan, kompetisi sepak bola ini dipandang sekolah sebagai media nyata untuk menanamkan pendidikan karakter yang kuat sejak usia dini. Melalui dinamika di dalam lapangan, para siswi belajar tentang pentingnya nilai gotong royong, kejujuran, dan sportivitas.

Karakter-karakter mulia inilah yang menjadi esensi utama dari keikutsertaan mereka dalam setiap perlombaan. ​”Pelajaran yang didapat, satu: gotong royong, kerja sama dalam sebuah tim. Tanpa adanya gotong royong atau kerja sama, solid dalam sebuah tim, niscaya tidak akan mendapat hasil yang terbaik. Karena dalam sebuah tim, harus saling bantu-membantu, kerja sama, bergotong-royong. Di situlah muncul pendidikan karakter, bagaimana menghargai temannya, bagaimana dia membawa bola tidak boleh egois, harus dioper kepada teman-temannya,” papar Anis secara mendalam.

​Nilai penting lain yang ditekankan adalah kelapangan dada untuk menerima segala hasil pertandingan, termasuk kekalahan. Menurut Anis, setiap ajang perlombaan, baik beregu maupun individu seperti taekwondo dan karate, selalu mengajarkan anak untuk berbesar hati dan mengevaluasi kekurangan diri demi perbaikan di masa depan. Menatap langkah ke depan, SDN Lowokwaru 3 Malang kini juga tengah bersiap melakukan regenerasi dini dengan menjaring bakat-bakat baru dari siswi kelas 3 dan 4 agar tradisi prestasi ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang.

Sementara itu, Pelatih Tim SDN Lowokwaru 3 Kota Malang, Hazmi Wardi, S.Pd, mengatakan keberhasilan ini menjadi pembuktian atas kerja keras dan evaluasi total tim. Dia mengungkapkan bahwa ini bukanlah kali pertama mereka mencicipi atmosfer turnamen MLSC. Pada Seri 1 sebelumnya, langkah mereka sempat terhenti di babak 32 besar setelah hanya mampu lolos dari fase grup.

​”Di Seri 2 ini, kami perbaiki semuanya. Kami maksimalkan porsi latihan, dan anak-anak menunjukkan kemauan serta kerja keras yang luar biasa untuk tim,” ujar Hazmi dengan nada bangga.
​Perjuangan mereka pun terbilang sangat berat. Dengan total peserta turnamen yang mencapai lebih dari 2.100 siswa dari 100 lebih tim se-Malang Raya (termasuk Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, hingga Pasuruan), kompetisi ini berjalan sangat ketat. Berada di jalur utama (main draw) yang diikuti 64 tim tangguh, anak-anak SDN Lowokwaru 3 harus melakoni jadwal yang sangat padat selama 4 hari berturut-turut.

​”Sangat menguras tenaga. Bayangkan, dalam sehari anak-anak bahkan harus bertanding sampai tiga kali. Mulai dari penyisihan grup, babak 32 besar, 16 besar, 8 besar, semifinal, hingga akhirnya ke final,” tambah Hazmi menggambarkan beratnya fisik yang harus dikorbankan.

​”Alhamdulillah, orang tua sangat mendukung karena melihat anak-anak memang punya hobi dan talenta di sepak bola. Mereka sangat fokus agar anak-anaknya bisa berprestasi. Bahkan, beberapa anak memang sudah punya cita-cita kuat menjadi pemain sepak bola profesional,” jelas Hazmi.

​Melengkapi kebahagiaan SDN Lowokwaru 3, salah satu pemain andalan mereka, Adelice Maureen, juga sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak (top score) dalam turnamen ini. Kemenangan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi talenta-talenta muda Malang Raya untuk terus bersinar di kancah sepak bola putri nasional. (*)

Berita Terkini

BRI Edukasi Bangsa: Gelontorkan CSR Rp100 Juta untuk Renovasi MTs Sunan Bonang Malang

IDEA JATIM, MALANG – Komitmen nyata dalam memajukan dunia...

Sokong Pertumbuhan UMKM, BRI Branch Office Batu Gelontorkan KUR Rp 81,7 Miliar Hingga April 2026

IDEA JATIM, BATU – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)...

Jelang Idul Adha, Pemkot Pasuruan Perkuat Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan bergerak cepat mengantisipasi...
spot_img
Berita Terkait