MOJOKERTO, IDEAJATIM.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Majapahit (UNIM) tahun 2026 melangsungkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan penjor berbahan bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mengembangkan kreativitas masyarakat Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini mengangkat konsep pemanfaatan limbah menjadi karya seni bernilai budaya dengan memanfaatkan berbagai bahan bekas, seperti botol plastik bekas, galon bekas, serta limbah industri berupa busa EVA (Ethylene Vinyl Acetate). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNIM mengajak masyarakat untuk melihat kembali potensi barang yang sudah tidak terpakai agar dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan manfaat.
Pelatihan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat Desa Bejijong, mulai dari pemerintah desa, perangkat desa, kelompok PKH, hingga seniman dan budayawan lokal. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pradana Tera Mardiatna Kepala Desa Bejijong, beserta jajaran perangkat desa dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna, menyampaikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNIM Mojokerto.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini karena tidak hanya memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah, tetapi juga membuka wawasan masyarakat bahwa barang bekas dapat memiliki nilai seni dan ekonomi. Desa Bejijong memiliki potensi budaya yang kuat, sehingga inovasi seperti pembuatan penjor dari bahan bekas dapat menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Selain dukungan dari pemerintah desa, kegiatan ini juga melibatkan Saipul Mustopa, seniman sekaligus budayawan setempat yang memberikan pendampingan dalam aspek seni dan nilai budaya pada pembuatan penjor.
Menurut Saipul Mustopa, penjor tidak hanya memiliki fungsi sebagai dekorasi, tetapi juga mengandung nilai filosofi dan identitas budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Penjor memiliki nilai budaya yang dalam. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membuat sebuah karya dari bahan bekas, tetapi juga mengajarkan bahwa budaya dapat dikembangkan dengan kreativitas baru tanpa meninggalkan nilai tradisinya,” jelasnya.
Dalam proses pelatihan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai teknik pemilihan bahan, pengolahan limbah, hingga proses menghias penjor agar memiliki tampilan menarik. Botol dan galon bekas dimanfaatkan sebagai struktur utama, sementara limbah busa EVA digunakan sebagai bahan pendukung untuk memperindah bentuk dan ornamen penjor.
Mahasiswa KKN UNIM 2026 menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan budaya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah limbah yang ada di sekitar. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan karya yang memiliki nilai seni dan potensi untuk dikembangkan,” ungkap salah satu peserta KKN UNIM 2026.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Kelompok PKH dan warga Desa Bejijong aktif mengikuti proses pembuatan penjor, mulai dari tahap persiapan bahan hingga tahap finishing. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku seni menjadi kekuatan utama dalam keberhasilan kegiatan tersebut.
“Melalui program KKN UNIM 2026 ini, Desa Bejijong semoga dapat terus mengembangkan inovasi berbasis lingkungan dan budaya. Pemanfaatan bahan bekas menjadi karya kreatif menjadi langkah sederhana namun berdampak dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal,” tambah Dosen Pembimbing Lapangan, Moh. Ali Rohmad.(*)



