IDEAJATIM.ID – MALANG — Sebanyak 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Timur berkumpul di Universitas (UK) Cipta Wacana, Selasa (21/7), untuk mengikuti Klinik Mekanisme Pencairan Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII bekerja sama dengan Universitas (UK) Cipta Wacana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola layanan dosen melalui penyamaan persepsi terhadap kebijakan dan mekanisme pencairan tunjangan profesi dosen.
Acara dibuka oleh Rektor Universitas (UK) Cipta Wacana, Dr. Abd. Syakur, M.Pd., M.H., M.Ikom. Selanjutnya, Ketua LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menyampaikan sambutan sekaligus materi utama mengenai kebijakan pencairan tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis berupa simulasi dan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Thohari, S.Kom., M.Kom. Melalui rangkaian materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi kebijakan serta tata kelola administrasi yang sesuai dengan ketentuan.
Forum ini tidak hanya menjadi media penyampaian regulasi, tetapi juga ruang diskusi antarlembaga untuk menyamakan pemahaman terhadap berbagai aspek administratif yang berkaitan dengan layanan dosen. Melalui dialog yang interaktif, peserta dapat mengklarifikasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam proses pengusulan maupun pencairan tunjangan profesi.
Kesamaan persepsi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi kebijakan di masing-masing perguruan tinggi sehingga layanan kepada dosen dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Rektor Universitas (UK) Cipta Wacana, Dr. Abd. Syakur, M.Pd., M.H., M.Ikom., menilai bahwa penguatan tata kelola merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, keberhasilan implementasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi, tetapi juga oleh kesamaan pemahaman seluruh perguruan tinggi dalam menerapkannya.
“Regulasi yang baik tidak cukup hanya dipahami secara administratif, tetapi juga harus diterjemahkan menjadi layanan yang memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi dosen. Karena itu, forum ini penting untuk membangun kesamaan pemahaman agar kebijakan dapat dijalankan secara tertib, akuntabel, dan tetap berpihak pada penguatan profesi dosen,” ujar Abd. Syakur kepada Malang Posco Media, Selasa (21/7)
Ia menambahkan, sinergi antara LLDIKTI Wilayah VII dan perguruan tinggi merupakan modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan nasional. Kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkuat kualitas tata kelola, tetapi juga meningkatkan kapasitas institusi dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin profesional.
“Kualitas perguruan tinggi tidak hanya terlihat dari capaian akademiknya, tetapi juga dari cara institusi mengelola kepercayaan, melayani dosen, dan menjaga setiap proses tetap transparan. Bagi kami, sinergi seperti ini adalah ruang belajar bersama untuk memastikan tata kelola benar-benar mendukung profesionalisme dan kesejahteraan dosen,” pungkasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas (UK) Cipta Wacana terus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui berbagai kolaborasi bersama kementerian, LLDIKTI, serta mitra nasional maupun internasional. Penguatan tersebut menjadi bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan mutu tata kelola, kualitas akademik, dan jejaring kemitraan, sekaligus mempersiapkan proses transformasi menuju Universitas Singhasari Indonesia (UNSI) sebagai perguruan tinggi yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global.(*)



