UM Gaet 5 Universitas Top Australia, Buka Program Fast-Track dan Double Degree

IDEA JATIM, ​MALANG — Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat akselerasi menuju kampus berkelas dunia (world class university) lewat kunjungan kerja strategis ke lima perguruan tinggi papan atas Australia pada 27–31 Juli. Langkah diplomasi pendidikan ini berhasil mengamankan sejumlah komitmen global, mulai dari skema gelar ganda (double degree) hingga pendanaan riset bersama (matching fund).

​Delegasi yang dipimpin langsung oleh Rektor UM Prof. Dr. Hariyono menyambangi University of Queensland (UQ), Queensland University of Technology (QUT), Western Sydney University (WSU), University of Sydney (USyd), dan University of Technology Sydney (UTS). Kunjungan ini difokuskan pada pengembangan program unggulan, mobilitas akademisi, hingga adopsi tata kelola kampus berbasis Times Higher Education (THE) Impact Rankings.

​Rektor UM, Prof. Hariyono, menegaskan bahwa transformasi menuju kampus bereputasi internasional memerlukan langkah konkret yang langsung berdampak pada sivitas akademika.
​”Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring internasional UM, tetapi juga menghadirkan lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar, meneliti, serta berinovasi bersama mitra global,” ujar Prof. Hariyono.

Baca Juga:  Cara Universitas Negeri Malang Atasi Sampah Kampus Lewat TPS 3R dan Bank Sampah

​Dalam pertemuannya dengan pimpinan University of Queensland, delegasi UM diterima langsung oleh Deputy Vice-Chancellor UQ, Prof. Rongyu Li. Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga untuk mendorong posisi perguruan tinggi di kancah dunia.

​”Penguatan kolaborasi akademik dan riset menjadi kunci utama dalam meningkatkan reputasi serta dampak perguruan tinggi di tingkat global,” kata Prof. Rongyu Li di sela-sela pembahasan kerja sama tersebut.

​Sementara itu, pembahasan teknis mengenai percepatan studi mahasiswa dimatangkan saat berkunjung ke Western Sydney University dan UTS Business School. Pihak universitas mitra menyatakan kesiapannya mendukung program 3+1+1 Fast-Track Bachelor–Master dan 1+1 Double Degree Master Program.
​Executive Dean Faculty of Social Sciences WSU, Prof. Kevin Dunn, menyambut positif skema kerja sama lintas disiplin tersebut.

​”Peluang kerja sama ini membuka ruang besar bagi pengembangan pendidikan dan penelitian bersama, termasuk skema fast-track yang mempercepat masa studi mahasiswa dengan standar kualitas internasional,” ungkap Prof. Kevin Dunn.

​Selama rangkaian agenda di Sydney, langkah UM turut mendapat pengawalan penuh dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Yuli Rahmawati, yang menilai kolaborasi ini sejalan dengan arah pembangunan SDM nasional. Kehadiran program percepatan dan gelar ganda ini diproyeksikan untuk mencetak lulusan berdaya saing tinggi yang siap mengisi delapan sektor industri prioritas Indonesia pada 2027.

Baca Juga:  Menembus Batas Dunia: Mahasiswa UM Sabet Prestasi Gemilang di Thailand dan Qatar

​Melalui ekspansi internasional ini, UM sekaligus mempertegas komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 mengenai Kemitraan Global. (*)

Berita Terkini

Kunjungi USIM, Mahasiswa KKN UMM Belajar Dua Sistem Hukum di Malaysia

IDEA JATIM, MALAYSIA - Sebuah pertemuan yang awalnya tak...

Unidha Malang Permudah Kuliah S2 Hukum, Bisa Lulus dalam Tiga Semester

PASURUAN, IDEAJATIM – Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang menawarkan solusi...

Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Universitas Brawijaya Gelar Tes NAPZA Serentak bagi Ribuan Mahasiswa Baru

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menggelar rangkaian...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img