UB Kukuhkan Lima Profesor, Prof Mashudi Perkenalkan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan lima profesor dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Gedung Samantha Krida, Rabu (11/2/2026) besok.
Dari lima profesor yang dikukuhkan, empat berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) dan satu dari Fakultas Hukum (FH).

Salah satu profesor yang dikukuhkan dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Mashudi, M.Agr.Sc., IPM., ASEAN Eng, yang menjadi profesor aktif ke-21 di Fakultas Peternakan, profesor ke-256 di Universitas Brawijaya, serta profesor ke-448 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.

Prof. Mashudi dikukuhkan dalam bidang ilmu Teknologi Pakan Ternak Ruminansia. Dalam pidato pengukuhannya, ia memperkenalkan konsep Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP), yakni sistem proteksi protein dan asam amino berbasis kondensasi tanin untuk mewujudkan peternakan perah tropis yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa ternak ruminansia, khususnya sapi perah dan kambing perah, memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani melalui produksi susu, sekaligus menjadi sumber utama pendapatan bagi peternak rakyat di Indonesia.

Baca Juga:  Ngabuburit Sehat, Masjid Raden Patah UB Gelar "Ngabuburun" di Lingkungan Kampus

“Keberhasilan produksi susu sangat ditentukan oleh pengelolaan nutrisi, terutama protein. Protein merupakan komponen pakan dengan biaya tertinggi dan sangat berpengaruh terhadap kualitas serta kuantitas susu,” jelasnya.
Secara biologis, ternak perah sangat bergantung pada fungsi rumen sebagai “pabrik biologis” yang mengonversi pakan berserat menjadi energi dan protein mikroba. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar protein pakan mengalami degradasi berlebih di dalam rumen menjadi amonia. Amonia tersebut tidak seluruhnya dimanfaatkan, melainkan dibuang dalam bentuk urea.

Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan nitrogen dan meningkatnya pencemaran lingkungan. Hal ini tercermin dari tingginya nilai Milk Urea Nitrogen (MUN) pada ternak perah.

Menurut Prof. Mashudi, pendekatan konvensional dengan meningkatkan kadar protein kasar (PK) dalam pakan selama ini belum sepenuhnya efektif. Peningkatan PK di atas kebutuhan fisiologis ternak justru menurunkan efisiensi penggunaan nitrogen.

“Masalah ini semakin nyata di sistem peternakan tropis Indonesia yang menghadapi variasi kualitas hijauan, keterbatasan energi fermentabel, serta ketergantungan pada pakan lokal,” paparnya.
Melalui Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah, rumen ditempatkan sebagai pusat produksi biologis secara optimal melalui proteksi selektif protein dan asam amino esensial pembatas, yakni lisin dan metionin. Kebaruan model ini terletak pada integrasi proteksi protein dalam kerangka nutrisi presisi yang selaras dengan fisiologi rumen dan kondisi peternakan tropis.

Baca Juga:  Percepat Reformasi Layanan, FIB UB Resmikan Maklumat Pelayanan dan Zona Integritas 2026

Dengan penerapan model tersebut, Prof. Mashudi berharap produktivitas susu dapat meningkat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Model ini juga berpotensi menjadi fondasi dalam pengembangan sistem peternakan perah tropis yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Kota Batu Tancap Gas di O2SN Jatim, Sabet Medali di Cabor Renang Hari Pertama

IDEA JATIM, SURABAYA – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional...

Lupa Cabut Kunci Motor, Maling di Beji Batu Kepergok Warga dan Nyaris Diamuk Massa

IDEA JATIM, ​BATU – Apes benar nasib EW, warga...

Polres Batu Ringkus Dua Penadah Motor Curi, Satu Pelaku Utama Masih Buron

IDEA JATIM, ​BATU – Tim Unit Reaksi Cepat (URC)...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img