IDEA JATIM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) mempertegas komitmennya sebagai pelopor transparansi publik dengan resmi menjalin kerja sama strategis bersama Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur. Sinergi tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula Gedung A Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Rabu (26/8/2026).
Kolaborasi ini digagas untuk memfasilitasi tujuan bersama dalam membangun layanan informasi publik yang akuntabel. Kehadiran jajaran pimpinan universitas, pengurus KI Jatim, serta 110 mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB makin memperkuat komitmen kampus dalam membumikan nilai-nilai transparansi di lingkungan akademis.
Ketua KI Provinsi Jawa Timur, A. Nur Amiruddin, S.Ag., M.M., mengungkapkan bahwa rekam jejak impresif UB menjadi alasan utama pemilihan kampus ini sebagai mitra utama. Ia mengapresiasi keberhasilan UB dalam mempertahankan predikat tertinggi dari KI Pusat selama 7 tahun berturut-turut, mulai dari 2018 hingga 2025.
”Universitas Brawijaya kami pilih atas prestasinya sebagai peraih predikat Badan Publik Informatif. Itu adalah pencapaian tertinggi untuk institusi dengan layanan keterbukaan informasi terbaik. Harapannya, universitas ini dapat menjadi laboratorium keterbukaan informasi publik yang dapat mengedukasi semua pihak terkait,” ujar Amiruddin dalam sambutannya. Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi dasar dari prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menegaskan pentingnya keterbukaan informasi sebagai pilar utama pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, transparansi yang diimbangi dengan akuntabilitas akan melahirkan kepercayaan publik yang menjadi kunci lahirnya partisipasi masyarakat.
”Kita hari ini menyatukan komitmen perguruan tinggi UB dengan KI dalam keterbukaan informasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki budaya integritas. Bersama, kita akan terus menjunjung tinggi keterbukaan informasi,” tegas Prof. Widodo.
Rangkaian acara yang dibuka oleh Dr. Dra. Lely Indah Mindarti, M.Si. mewakili PPID Utama UB ini diakhiri dengan seremonial penandatanganan dokumen kerja sama antara kedua belah pihak. Acara kemudian ditutup secara resmi dengan peluncuran agenda Monitoring dan Evaluasi keterbukaan informasi oleh Ketua KI Jawa Timur. (*)




