Strategi Inovatif SMPK Kolese Santo Yusup 2 Sambut Generasi Baru

Ideajatim.id, MALANG – Memasuki tahun ajaran baru, SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang (Kosayu 2) punya cara sendiri dalam menyambut siswa. Sekolah ini menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak. Program ini dirancang berpihak penuh pada siswa, di mana anak-anak ditempatkan sebagai pusat dari seluruh sumber belajar mereka.

​Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang, Elisabeth Maria Irma Susanti, S.Pd, menegaskan bahwa esensi utama kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa. MPLS merupakan momen krusial untuk memberikan penguatan agar siswa diajak mengenal lebih dekat seluruh aktivitas sekolah. Tujuannya jelas, yaitu menjadi kompas bagi proses bertumbuh dan berkembangnya anak. Seluruh rangkaian MPLS ini dijalankan selaras dengan napas dasar lembaga untuk menghidupkan lima nilai utama Kolese Santo Yusup, yaitu Kasih, Saleh, Terpelajar, Misioner, dan Tetap Bersemangat.

​Pihak sekolah ingin kelima nilai tersebut diasah terus-menerus agar menjadi pondasi karakter yang kokoh. Istimewanya, MPLS di Kosayu 2 merangkul semua lini dari kelas 7 hingga kelas 9 dengan pendekatan yang disesuaikan secara tajam. Untuk kelas 7, fokus utama berada pada fase adaptasi dan pengenalan sistem pendidikan baru. Sementara untuk kelas 8 dan 9, program difokuskan pada penguatan serta refleksi atas pencapaian masa lalu guna memetakan sistem pembelajaran ke depan.

Baca Juga:  Napas Panjang Pengabdian Susanti: Merawat Kasih, Menelisik Masa Depan

​Ada yang unik dari durasi pelaksanaan tahun ini. Jika siswa kelas 8 dan 9 mengikuti MPLS selama lima hari dari Senin sampai Jumat, siswa kelas 7 mendapatkan porsi lebih panjang hingga hari Sabtu. Hari tambahan tersebut diisi dengan program matrikulasi berupa tes kemampuan awal untuk empat mata pelajaran inti, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan Bahasa Mandarin. Langkah ini diambil karena siswa Kosayu 2 datang dari berbagai latar belakang daerah, mulai dari dalam kota, luar kota, hingga luar pulau, sehingga standar kemampuan mereka perlu diselaraskan sejak dini. Pihak sekolah bahkan sudah menyiapkan program pendampingan intensif selama lima minggu ke depan bagi siswa yang belum memenuhi standar kemampuan awal tersebut.

​Di akhir penjelasannya, Elisabeth Maria Irma Susanti menitipkan pesan mendalam bagi para orang tua siswa baru dalam mengawal perjalanan panjang tiga tahun ke depan. Beliau mengingatkan bahwa orang tua harus memahami arti sebuah proses pendidikan yang sabar dan penuh keteladanan.

​”Kita harus memberi kesempatan kepada anak-anak kita untuk beradaptasi di awal. Tidak mudah takut gagal, tetapi terus mau mencoba,” ujar Susan penuh optimisme.

Baca Juga:  Kepala SMPK Kosayu 2 Malang Tanamkan Sikap Optimis Pada Siswa Baru

​Dia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara tuntutan pencapaian akademik dan pembentukan karakter anak di rumah. Menurutnya, proses mendidik anak tidak boleh dilakukan secara instan atau memaksa.

​”Artinya orang tua harus bersabar, memahami tahap proses perjalanan kehidupan anak-anaknya. Tidak terlalu banyak menuntut, tetapi boleh menuntut asalkan ada keteladanan bagi orang tua juga,” pungkasnya tegas. (*)

Berita Terkini

Wali Kota Batu Semangati Siswa Baru Jalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di MI Baiturrohmah

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, meninjau...

Napas Panjang Pengabdian Susanti: Merawat Kasih, Menelisik Masa Depan

​Ideajatim.id, MALANG - ​Ia tidak pernah meminta panggung itu. ​Sejak...

Sambut Tahun Ajaran Baru, MATAMUDA MIN 1 Kota Malang Suguhkan Edukasi Penuh Cinta

Ideajatim.id, MALANG – Tawa ceria anak-anak memecah keheningan di...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img