Sinergi Nestlé Indonesia dan Polinema: Genjot Keterampilan Mahasiswa Lewat Hibah Mesin Bubut

IDEA JATIM, ​MALANG — Kesenjangan (gap) antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja masih menjadi tantangan besar bagi sektor industri nasional. Menjawab tantangan nyata tersebut, Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan mengambil langkah taktis dengan menyerahkan bantuan satu unit mesin bubut (lathe machine) kepada Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Kamis (21/5). Langkah konkret ini diharapkan mampu mempercepat program link and match antara dunia pendidikan vokasi dan industri.

​Komitmen ini bukan sekadar donasi fasilitas biasa, melainkan bagian dari gerakan global Nestlé Needs YOUth serta pilar bisnis Creating Shared Value (CSV). Melalui inisiatif strategis tersebut, Nestlé berupaya mendorong peningkatan keterampilan (upskilling) talenta muda sekaligus membangun kapasitas tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing tinggi di Jawa Timur.

​Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, menegaskan bahwa kolaborasi aktif antara sektor swasta dan institusi pendidikan mutlak diperlukan demi mencetak generasi penerus yang kompetitif di pasar kerja.

​”Di Nestlé, kami percaya bahwa generasi muda memegang peran penting dalam membentuk masa depan. Melalui inisiatif seperti ini, kami berupaya membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Imelda.

Baca Juga:  Sinergi PTB FT UM dan PT Sun Power Ceramics: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi Lewat Praktisi Industri

​Ia juga menambahkan bahwa kehadiran alat tersebut diharapkan mampu membuat kegiatan praktikum mahasiswa menjadi jauh lebih dinamis.
​”Donasi mesin bubut ini merupakan salah satu langkah konkret kami dalam mendukung proses pembelajaran vokasi agar lebih aplikatif dan selaras dengan dinamika dunia kerja,” imbuhnya.

​Sinergi antara Nestlé Kejayan dan Polinema sejatinya telah berakar kuat lewat berbagai program strategis terdahulu, mulai dari pelatihan autonomous operator hingga program upskilling operator industri.

​Direktur Politeknik Negeri Malang, Supriatna Adhisuwignjo, menyambut baik hibah ini sebagai amunisi baru untuk mendongkrak kualitas kurikulum praktik di kampusnya, khususnya pada bidang teknik dan manufaktur.

​”Kami menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Nestlé Indonesia melalui donasi mesin bubut ini. Fasilitas ini akan memperkaya proses pembelajaran praktik mahasiswa, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif dan mendekati kondisi nyata di industri,” ungkap Supriatna.

​Supriatna optimistis bahwa paparan langsung (hands-on experience) dengan peralatan berstandar industri akan memangkas waktu adaptasi mahasiswa saat memasuki dunia kerja setelah lulus nanti.

Baca Juga:  Tingkatkan Budaya K3 Laboratorium, Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Analisis Risiko

​”Kami percaya kolaborasi ini akan semakin memperkuat kesiapan lulusan kami untuk berkontribusi secara optimal di dunia kerja,” pungkasnya.
​Melalui sinergi yang kian erat ini, Nestlé Indonesia dan Polinema tidak hanya berkomitmen meningkatkan keterserapan kerja generasi muda, tetapi juga meletakkan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan industri nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img