Sambut Siswa Baru, MIN 1 Kota Malang Gelar MATAMUDA Berbasis Kurikulum “Panca Cinta”

Ideajatim.id, MALANG – ​Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, lingkungan MIN 1 Kota Malang tampak lebih berwarna dan dipenuhi gelak tawa ceria anak-anak. Mulai tanggal 13 hingga 17 Juli 2026, madrasah unggulan ini resmi menggelar kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) untuk menyambut hangat para peserta didik baru yang siap memulai perjalanan belajar mereka.

Transisi dari masa Taman Kanak-Kanak (TK) menuju jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sering kali menjadi fase yang cukup menantang bagi anak-anak. Menyadari adanya perubahan drastis mulai dari durasi waktu belajar hingga metode pembelajaran yang jauh lebih serius, MIN 1 Kota Malang menyiasatinya dengan pendekatan yang hangat, bersahabat, dan penuh kasih sayang melalui MATAMUDA.

​Kepala MIN 1 Kota Malang, Dra. Hj. Siti Aisah, S.Ag. M.Pd, menjelaskan bahwa madrasah sengaja memanfaatkan waktu MATAMUDA secara maksimal selama lima hari penuh, dimulai dari hari Senin hingga Jumat.

​”Kami sengaja mendesain MATAMUDA ini penuh selama lima hari agar anak-anak yang baru masuk bisa mengenal lingkungan madrasahnya secara utuh dan tidak setengah-setengah. Ini adalah masa transisi yang krusial, jadi kami ingin mereka merasa nyaman terlebih dahulu tanpa merasa kaget atau terbebani dengan rutinitas baru di tingkat ibtidaiyah,” ujar Siti Aisah saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Baca Juga:  Semarak HUT ke-47 MIN 1 Kota Malang, Komitmen Mengabdi, Berkarya, dan Melayani Dengan Cinta

​Salah satu poin penting yang ditekankan dalam MATAMUDA tahun ini adalah pengenalan Panca Cinta, sebuah konsep kurikulum berbasis cinta yang menjadi fondasi karakter di MIN 1 Kota Malang. Kelima pilar tersebut meliputi:

​Cinta Allah dan Rasul-Nya: Diimplementasikan melalui pembiasaan doa dalam setiap awal dan akhir aktivitas.

​Cinta Ilmu: Menumbuhkan kegemaran belajar yang tidak hanya terbatas di dalam kelas, melainkan juga belajar dari alam dan lingkungan sekitar.

​Cinta Diri dan Sesama: Mengajarkan kemandirian dalam merawat diri, seperti disiplin menjaga kebersihan tangan, merapikan pakaian sendiri, hingga belajar menali sepatu.

​Cinta Lingkungan: Mengajak siswa aktif menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya serta merawat tanaman di madrasah.

​Cinta Tanah Air: Ditanamkan untuk memupuk jiwa nasionalisme sejak dini.

​”Panca Cinta ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi karakter yang ingin kita tancapkan kuat-kuat sejak hari pertama mereka melangkah di madrasah ini. Kita ingin anak-anak belajar karena mereka mencintai prosesnya, bukan karena keterpaksaan,” tegas Siti Aisah.

​Bukan hanya itu, MIN 1 Kota Malang juga menyelaraskan programnya dengan menyusun buku kendali karakter baru yang diberi nama “CINTAQU” (Catatan Integrasi Nilai dan Tradisi Baik serta Akhlak Qurrota A’yun). Buku ini merupakan bentuk pengembangan dari buku kendali sebelumnya yang bernama Pakubumi, serta terintegrasi dengan program Kemendikdasmen: Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Baca Juga:  PMBM MIN 1 Kota Malang 2026: Proses Seleksi Tertib dan Ramah Anak Dipantau Langsung Kanwil Jatim

​Tujuannya adalah menciptakan sinergi yang kuat antara pembelajaran karakter di madrasah dan penerapannya oleh keluarga di rumah. Beberapa kebiasaan baik yang dipantau melalui buku ini di antaranya adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, belajar, hingga tidur lebih awal. Siswa juga diajarkan untuk bermasyarakat agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang supel di lingkungan rumah maupun tempat ibadah.

​”Melalui buku kendali ‘CINTAQU’ ini, kami ingin membangun jembatan komunikasi yang kokoh dengan orang tua di rumah. Pendidikan karakter itu tidak akan berhasil kalau hanya dilakukan di madrasah. Harus ada keselarasan pembiasaan antara di sekolah dan di rumah,” jelasnya menambahkan.

​Dengan pendekatan yang dikemas secara menyenangkan ini, MIN 1 Kota Malang berharap anak-anak kelas 1 dapat menikmati masa-masa awal sekolah mereka tanpa rasa takut atau bosan.

​Siti Aisah menandaskan bahwa kunci dari keberhasilan masa transisi ini terletak pada penyajian pembelajaran yang kreatif dan bersahabat.

​”Prinsip kami sederhana, jika proses pembelajaran itu dikemas dengan menarik dan penuh kasih sayang, anak-anak akan merasa waktu berjalan begitu cepat karena mereka benar-benar menikmati setiap detiknya di madrasah,” pungkasnya optimis. (*)

Baca Juga:  MIN 1 Kota Malang Gelar Prosesi Pisah Kenang dan Imtihan Kelas VI di Graha Cakra UM

Berita Terkini

Wali Kota Batu Semangati Siswa Baru Jalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di MI Baiturrohmah

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, meninjau...

Napas Panjang Pengabdian Susanti: Merawat Kasih, Menelisik Masa Depan

​Ideajatim.id, MALANG - ​Ia tidak pernah meminta panggung itu. ​Sejak...

Sambut Tahun Ajaran Baru, MATAMUDA MIN 1 Kota Malang Suguhkan Edukasi Penuh Cinta

Ideajatim.id, MALANG – Tawa ceria anak-anak memecah keheningan di...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img