Sambut Pra-Muktamar NU dan Lustrum Ke-9, Unisma dan LPT PWNU Jatim Gelar FGD Dorong Transformasi PTNU

IDEA JATIM, MALANG — Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LPT PWNU) Jawa Timur menggelar kegiatan Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Perguruan Tinggi NU (PTNU) di Kampus Unisma, Rabu (12/8/2026).

​Acara ini diselenggarakan sekaligus untuk menyemarakkan rangkaian Pra-Muktamar NU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang pada 27–31 Agustus 2026, serta memperingati harlah Lustrum ke-9 Unisma.

​Dalam sambutannya, Rektor Unisma sekaligus Ketua LPT PWNU Jawa Timur, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pimpinan kementerian, organisasi, dan pimpinan PTNU. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Kelembagaan Diktisaintek Kemendikbudristek Prof. Dr. Muhammad Najib, S.TP., M.M., Sekjen LPT PBNU Dr. Muhammad Faisal Aminuddin, M.Si., serta tokoh-tokoh penting di lingkungan PWNU Jawa Timur dan civitas akademika.
​”Di usia yang ke-45 tahun ini, Unisma terus berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa melalui penguatan pendidikan tinggi,” ujar Prof. Junaidi.

​Sebagai Ketua LPT PWNU Jawa Timur, Prof. Junaidi menyoroti peran strategis lembaga dalam memantau dan membina lebih dari 118 PTNU di wilayah Jawa Timur. Luasnya jejaring ini mencakup akademi, politeknik, sekolah tinggi, hingga universitas, serta penguatan tata kelola Ma’had Aly.
​Melalui forum sarasehan dan FGD ini, LPT PWNU Jatim dan Unisma berharap dapat merumuskan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, mutu akademis, serta kemandirian perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Terapi Fitokonstituen Herbal Jadi Harapan Baru Atasi Komplikasi Diabetes Melitus

Prof Junaidi mengungkapkan bahwa saat ini LPTNU Jatim membawahi sekitar 118 perguruan tinggi. Jumlah tersebut bersifat dinamis seiring berkembangnya proses penggabungan institusi di berbagai daerah.

​”Kami membawahi kurang lebih 118 perguruan tinggi. Angka ini terus dinamis karena ada proses merger, seperti berdirinya UNU Pasuruan yang merupakan gabungan beberapa perguruan tinggi. Proses semacam ini terus berlangsung,” ujar Prof. Junaidi.

​Ia menjelaskan bahwa forum sarasehan dan FGD ini dirancang untuk merespons dinamika pendidikan tinggi modern serta memperkuat tata kelola kampus NU. Sesi pagi diisi dengan sarasehan bersama Direktur dan Sekjen LPT PBNU, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan FGD yang mencakup enam isu utama, salah satunya penguatan akademik dan kelembagaan.

​Dalam FGD tersebut, dorongan ekspansi program studi (prodi) di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta ilmu kesehatan menjadi salah satu agenda krusial. Prof. Junaidi menyoroti minimnya jumlah PTNU yang saat ini memiliki Fakultas Kedokteran maupun program spesialis.

​”Pesan dari PBNU, sampai saat ini PTNU yang memiliki Fakultas Kedokteran baru Unisma di Jawa Timur, Unusa di Surabaya, Universitas Wahid Hasyim di Semarang, dan Alma Ata di Jogja. Kami diminta terus mengupayakan penambahan prodi kedokteran, termasuk mendorong pengembangan program spesialis yang saat ini baru dimiliki Unusa Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga:  UNISMA Jalin Kerjasama Strategis Dengan Dua Kampus Terbaik Malaysia

​Melalui kegiatan ini, LPTNU Jatim berharap dapat membangun kolaborasi yang lebih solid antar-PTNU maupun dengan perguruan tinggi di luar lingkungan Nahdlatul Ulama. Selain sebagai ajang penguatan akademik, rangkaian kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan kegiatan pra-Muktamar NU.

​Sebagai bagian dari side event ilmiah menjelang Muktamar, Unisma bersama LPT PBNU berencana menyelenggarakan seminar terintegrasi dan meluncurkan karya akademis terbaru.

​”Pada saat pelaksanaan Muktamar nanti, kami akan menyelenggarakan seminar terintegrasi sekaligus meluncurkan buku kumpulan tulisan dosen Unisma berjudul Nahdlatul Ulama Transformatif: Khidmat Keilmuan Nahdhiyin untuk Indonesia dan Peradaban Dunia,” pungkas Prof. Junaidi.

​Rangkaian acara resmi dibuka dengan arahan dari jajaran PWNU Jawa Timur yang diwakili oleh Prof. Maskuri, menandai dimulainya komitmen bersama menuju transformasi pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama yang berdaya saing global. (*)

Berita Terkini

Penantian Panjang BPPSDMP untuk Raih Juara ke II Tenis Lapangan

IDEA JATIM, JAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang...

Siswa SMP Islam Sabilillah Malang Bawa Pulang Emas di SIMSO Bangkok 2026

IDEA JATIM, MALANG — Prestasi membanggakan di kancah internasional...

Sambut Mahasiswa Baru, FEB UM Tebar Peluang Internasional hingga Program Fast Track

IDEA JATIM, ​MALANG — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img