Ideajatim.id, MALANG – Pengabdian kesehatan yang tulus bukan sekadar tentang menjalankan rutinitas pekerjaan, melainkan tentang menghadirkan manfaat nyata dan nilai ibadah bagi sesama. Pesan mendalam mengenai nilai pengabdian ini mengemuka dalam peringatan Dies Natalis ke-35 Klinik Pratama Universitas Negeri Malang (UM) yang digelar pada Jumat (17/7/2026). Perayaan perdana dalam sejarah klinik ini menjadi bentuk penghormatan tinggi atas dedikasi para tenaga medis lintas generasi sekaligus momentum apresiasi atas fondasi kokoh yang telah dibangun sejak era Poliklinik IKIP Malang.
Mantan Kepala Poliklinik UM periode 2000–2012, Dr. Drs. Imam Agus Basuki, M.Pd., mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar senantiasa menjaga niat tulus dalam melayani civitas akademika maupun masyarakat.
“Jadikan pekerjaan kita sesuatu yang bermanfaat, bukan sekadar bekerja, sehingga setiap pengabdian bernilai ibadah. Niat yang baik akan menjadi fondasi keberhasilan dalam memberikan pelayanan,” pesan Imam dengan penuh kehangatan di hadapan para undangan.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Kepala UPT Layanan Kesehatan UM, dr. Andreas Budi Wijaya, Sp.A., M.Biomed. Ia menilai peringatan bersejarah ini harus menjadi pemantik motivasi untuk terus melangkah maju.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan Dies Natalis Klinik Pratama UM yang perdana di usia ke-35 tahun. Semoga ke depan klinik ini semakin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutur dr. Andreas.
Peringatan usia ke-35 ini diresmikan setelah tim internal melakukan penelusuran sejarah dokumen operasional cikal bakal klinik. Kepala Klinik Pratama UM, dr. Ifa Mufida, MMRS, AIFO-K., menjelaskan bahwa penelusuran menunjukkan Poliklinik IKIP Malang pertama kali beroperasi pada 9 Juni 1991. Tanggal bersejarah tersebut menjadi dasar penetapan tahun 2026 sebagai perayaan Dies Natalis ke-35. Perjalanan panjang ini diwarnai oleh kepemimpinan Drs. Setiaji, Drs. Agus Gatot Subiantoro, Dr. Drs. Imam Agus Basuki, M.Pd., dr. Agung Kurniawan, M.Kes., hingga dr. Muslim Paranto Noor Assofa, sebelum akhirnya bertransformasi penuh di bawah kepemimpinan dr. Ifa Mufida.
“Klinik Pratama UM yang saat ini dapat beroperasi secara resmi tidak mungkin terwujud tanpa dukungan pimpinan UM serta fondasi yang telah dibangun para pemimpin Poliklinik UM sejak tahun 1991,” ungkap dr. Ifa menegaskan pentingnya kontinuitas sejarah tersebut.
Rangkaian perayaan Dies Natalis tidak hanya diisi dengan tasyakuran, doa bersama, dan pemotongan tumpeng, tetapi juga diwujudkan melalui aksi kesehatan nyata. Klinik Pratama UM menggelar vaksinasi serta pemeriksaan Anti-HBs bagi para pegawai sebagai langkah preventif melindungi tenaga medis dari risiko penyakit infeksi, hingga layanan pemeriksaan body composition gratis kepada 35 pasien.
“Acara tasyakuran hari ini merupakan puncak rangkaian Dies Natalis Klinik Pratama UM. Sebelumnya kami telah melaksanakan vaksinasi, pemeriksaan Anti-HBs bagi pegawai, serta pemeriksaan body composition untuk 35 pasien. Seluruh kegiatan ini menjadi bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas kesehatan tenaga kesehatan maupun masyarakat,” tambah dr. Ifa.
Transformasi Klinik Pratama UM kini memasuki era baru yang kian progresif. Setelah mengantongi izin operasional resmi pada 3 September 2024 dan meraih predikat Akreditasi Paripurna pada 23 Mei 2025, klinik ini melangkah lebih jauh dengan resmi menjalin kerja sama bersama BPJS Kesehatan pada 22 Juni 2026. Kemitraan ini menjadikan Klinik Pratama UM sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang semakin mudah diakses oleh masyarakat umum.
Melalui penguatan layanan yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, Klinik Pratama UM menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Pengabdian tanpa henti selama lebih dari tiga dekade ini menjadi bukti nyata kontribusi klinik dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDG 3) serta memperkuat kemitraan strategis demi mencapai tujuan bersama (SDG 17). (*)




