IDEA JATIM, MALANG — Meneladani karakter Satria Bhirawa Anoraga menjadi fondasi utama menyambut ribuan mahasiswa baru Universitas Merdeka (UNMER) Malang. Nilai kepemimpinan khas Kodam V/Brawijaya ini bukan sekadar slogan. Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS menuntut seluruh ksatria muda menghayatinya secara nyata dalam tindakan.
Karakter Ksatria Bhirawa Anoraga
menopang pembentukan mental mahasiswa. Dalam acara penyambutan mahasiswa baru dan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Selasa (1/9/2026), Rektor UNMER Malang menegaskan pentingnya empat nilai luhur tersebut.
Mahasiswa harus memiliki sifat Bhirawa. Sifat ini melatih keberanian moral. Mahasiswa wajib tangguh mempertahankan kebaikan dan berani menolak pergaulan negatif. Sifat kedua adalah Anoraga. Mahasiswa harus tetap rendah hati dan santun. Keunggulan akademis tidak boleh melahirkan kesombongan.
Sifat ketiga adalah Wijaksana. Mahasiswa dituntut bertindak bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Sifat terakhir adalah Parimarma. Nilai ini menanamkan rasa empati dan kedermawanan yang tinggi.
”Mahasiswa harus menjadi orang yang berani menolak hal-hal yang tidak baik. Mereka harus kuat mempertahankan prinsip kebaikan. Jadilah pribadi yang bijaksana dan suka memberi, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ujar Rektor UNMER
Malang di hadapan mahasiswa baru.
UNMER Malang berdiri kokoh sejak 5 Juli 1964. Kampus ini mengelola 28 program studi di kampus utama Malang dan 3 program studi di Kampus Ponorogo. Predikat universitas swasta terbaik di Kota Malang versi EduRank 2026 memperkuat posisi kampus ini.
Kehadiran mahasiswa baru dipandang sebagai takdir besar. Kampus bertekad mencetak lulusan berskala nasional.
”Mahasiswa baru hadir di sini bukan suatu kebetulan, tapi tentu itu adalah rencana besar Yang Mahakuasa. Mereka tidak salah memilih kampus ini. Tujuan utama kami adalah menciptakan SDM unggul yang siap menyambut Indonesia Emas 2045. Merekalah yang akan berkiprah di periode tersebut,” tegas Rektor.
Lulusan UNMER Malang disiapkan untuk memberi dampak nyata. Mereka didorong membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui riset serta pengabdian.
UNMER Malang mengusung motto ‘UNMER Exceed’. Motto ini menuntut seluruh elemen kampus melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
”Melampaui berarti hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Kalau hari ini masih sama dengan kemarin, itu adalah orang-orang yang merugi. Seluruh elemen di UNMER Malang ingin menjadi orang-orang yang beruntung,” ungkap Rektor.
Kampus menjamin lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Pelaksanaan pengenalan kampus wajib berjalan humanis. Panitia dilarang keras melakukan perpeloncoan atau aksi bentak-membentak.
”Saya ingin kepada seluruh panitia untuk menjadikan kegiatan ini betul-betul penuh empati. Tidak lagi ada bentak-membentak, tidak ada lagi pembuatan tugas yang memberatkan. Terimalah adik-adik ini sebagai adik kesayangan,” seru Rektor kepada pengurus BEM, DPM, HMPS, dan UKM.
Satgas PPKTP dipastikan aktif mengawal kenyamanan kampus. Setiap tindakan kekerasan akan ditindak secara tegas.
Rektor meminta mahasiswa baru menjaga diri dari pergaulan yang menyesatkan. Mahasiswa harus pulang membawa ijazah.
”Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya. Ikuti proses dengan baik. Ketika Anda meninggalkan UNMER Malang, Anda harus bawa ijazah. Ingat, orang tua telah berkorban sepenuh hati untuk menyekolahkan Anda. Jangan lupa selalu memohon doa restu mereka,” pesan Rektor mengakhiri sambutannya. (*)




