Kolaborasi Riset Tiga Universitas, Kaji Upaya Konkret Penguatan Link and Match

IDEA JATIM, MALANG – Program penelitian kolaboratif tiga universitas negeri menghasilkan temuan penting bagi masa depan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui program Upskilling Guru pada kegiatan Magang Industri (UGMI), guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini mendapat kesempatan memperdalam pengalaman langsung di dunia industri.

Program ini diinisiasi oleh Universitas Negeri Malang (UM) sebagai host, bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) 2025.

Ketua peneliti, Prof. Dr. Yoto, S.T., M.M., M.Pd., menjelaskan bahwa kesenjangan kompetensi antara guru SMK dan kebutuhan dunia industri menjadi penyebab rendahnya daya saing lulusan. Banyak guru menguasai teori, tetapi kurang memiliki pengalaman praktik nyata di lapangan kerja. Melalui UGMI, guru ditempatkan langsung di perusahaan mitra untuk memahami proses produksi, teknologi terkini, dan budaya kerja industri. “Magang guru adalah langkah strategis untuk menjamin mutu pembelajaran berbasis industri,” ujar Prof. Yoto.

Baca Juga:  Strategi UM Menuju World Class University lewat Kolaborasi Riset dan Kuliah Tamu Bersama UPM

Tim penelitian ini terdiri atas Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D., Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dan Dr. Widiyanti, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang; Dr. Zainur Rofiq, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta; serta Dr. Ir. Andi Muhammad Irfan, S.T., M.T. dari Universitas Negeri Makassar. Kolaborasi lintas kampus ini memperkuat pendekatan interdisipliner dalam mengkaji relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri modern. Setiap anggota memiliki peran spesifik, mulai dari analisis kurikulum, penguatan kemitraan industri, hingga desain model link and match.

Penelitian dilakukan di tiga provinsi utama, yaitu Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 12 SMK. Di Jawa Timur, lokasi penelitian mencakup SMKN 1 Singosari, SMKN 1 Trenggalek, SMKN 1 Sidoarjo, SMK Sore Tulungagung, SMK PGRI 1 Gresik, SMK Raden Rahmat Mojosari, SMKN 2 Probolinggo dan SMK Islam 1 Blitar. DI Sulawesi Selatan diambil 2 sekolah yaitu SMKN 2 Makassar dan SMKN 10 Makassar, sedangkan di Yogyakarta diambil 2 sekolah yaitu SMKN 2 Depok Sleman dan SMK Muhammadyah 3 Yogyakarta. Metode penelitian mixed methods diterapkan dengan wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan angket terverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang mengikuti UGMI mengalami peningkatan signifikan dalam kompetensi pedagogik dan profesional.

Baca Juga:  Bidik Emas di Peksimida 2026, Universitas Negeri Malang Gembleng 56 Talenta Seni Terbaik

Prof Yoto menerangkan, dari sisi kurikulum, UGMI terbukti membantu guru menyusun materi ajar yang lebih relevan dengan standar industri. Kolaborasi dengan perusahaan seperti Toyota dan Astra membuka peluang bagi pengembangan kurikulum bersama (joint curriculum development). Selain itu, model co-teaching antara praktisi industri dan guru mulai diterapkan di sejumlah SMK. “Langkah ini menjadi upaya konkret memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dan kebutuhan kerja nyata,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa sinergi antara sekolah, industri, dan perguruan tinggi adalah kunci untuk mencetak generasi siap kerja. Ia berharap pemerintah menjadikan hasil penelitian ini sebagai dasar pengembangan kebijakan vokasi nasional yang berkelanjutan. “Pendidikan vokasi harus berbicara dengan bahasa industri, bukan sekadar teori. Melalui magang industri bagi guru, kita sedang membangun jembatan nyata menuju SDM unggul Indonesia,” terangnya.

Tim UNY yang diketuai oleh Dr. Zainur Rofiq, M.Pd. menekankan pentingnya integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomasi dalam pembelajaran vokasi. Guru yang mengikuti magang industri dapat mengadopsi teknologi tersebut untuk memperbarui metode mengajar. Hal ini mendukung visi Education 5.0 yang berorientasi pada inovasi dan kreativitas siswa. “Guru perlu menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan realitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Baca Juga:  Akselerasi Program EQUITY, Universitas Negeri Malang Perkuat Jejaring Global di THE Asia University Summit 2026

Sementara itu, tim UNM di bawah koordinasi Dr. Ir. Andi Muhammad Irfan, S.T., M.T. berfokus pada optimalisasi Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK untuk mempercepat penyerapan lulusan. BKK kini dikembangkan menjadi layanan digital yang memuat data alumni, lowongan kerja, dan sistem rekrutmen daring. Dengan pendekatan berbasis aplikasi, proses pencarian kerja menjadi lebih efisien dan transparan. “Program ini diharapkan dapat membantu mewujudkan target zero unemployment bagi lulusan SMK di Sulawesi Selatan,” ucapnya. (***)

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img