IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan terobosan inovatif di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Lewat riset terbarunya, tim peneliti UM sukses mengembangkan model AI untuk mengklasifikasikan perilaku pasien klinik gigi dengan tingkat akurasi luar biasa, yakni mencapai 97,95 persen. Inovasi ini siap menjadi solusi bagi klinik gigi untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyusun strategi pemasaran berbasis data yang presisi.
Ketua Tim Peneliti, Rudi Nurdiansyah, memaparkan bahwa persaingan antar-klinik gigi dewasa ini tak lagi sekadar mengandalkan kualitas layanan medis. Kemampuan pengelola dalam memahami karakteristik dan perilaku pasien telah menjadi kunci utama untuk menjaga loyalitas dan keberlanjutan fasilitas kesehatan.
”Selama ini banyak keputusan manajerial masih didasarkan pada intuisi. Melalui penelitian ini, kami menawarkan pendekatan berbasis data sehingga klinik dapat mengenali karakteristik pasien secara lebih akurat dan mengambil keputusan yang lebih objektif,” tegas Rudi.
Untuk mencapai tingkat akurasi nyaris sempurna tersebut, penelitian ini memanfaatkan model Extreme Gradient Boosting (XGBoost) yang dioptimalkan dengan algoritma canggih bernama Three-Dimensional Learning African Vulture Optimization Algorithm (TDLAVOA). Penggunaan algoritma ini merancang pengaturan hyperparameter secara otomatis, sehingga menghasilkan model machine learning yang jauh lebih stabil dan akurat dibandingkan dengan proses pengaturan manual.
Sebagai studi kasus pembuktian, tim periset menganalisis rekam data dari salah satu klinik gigi di Kota Malang pada periode November 2021 hingga November 2025. Total terdapat 1.463 pasien unik dengan 1.496 catatan transaksi yang diproses. Data tersebut kemudian diolah menggunakan indikator LRFM (Length, Recency, Frequency, Monetary) guna memetakan durasi hubungan pasien dengan klinik, waktu kunjungan terakhir, intensitas kunjungan, hingga nilai ekonomi setiap pasien.
Penelitian strategis ini didanai melalui Program EQUITY LPDP dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keberhasilan riset ini sekaligus menegaskan komitmen UM dalam menghasilkan inovasi mutakhir yang memberikan solusi nyata bagi sektor kesehatan serta mendukung penuh transformasi digital di Indonesia.
Lebih jauh, inovasi AI ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Secara khusus, riset ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu layanan medis berbasis teknologi, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) lewat pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan yang berkelanjutan. (*)




