Ideajatim.id, malang – Menjelang usia ke-19 tahun dan meyongsong usia dua dekade, Universitas Ma Chung mempercepat transformasi kampus melalui penguatan kolaborasi, peningkatan mutu akademik, dan pengembangan program studi baru. Kampus ini menargetkan menjadi living trendsetter yang mampu menciptakan perubahan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., dalam media gathering bertema Fostering Transformative Convergence di Ruang Pinus Hotel Savana, Jumat (3/7/2026).
Prof. Yufra mengatakan, perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci menghadapi perubahan yang semakin cepat.
Universitas Ma Chung terus mengembangkan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kini konsep tersebut berkembang menjadi hexa helix dengan menempatkan lingkungan dan pihak yang terdampak sebagai bagian penting dalam pembangunan.
“Media menjadi mitra strategis karena mampu memperluas dampak inovasi, membangun kepercayaan publik, dan mempercepat perubahan,” ujarnya.
Menurutnya, dua dekade pertama menjadi masa membangun fondasi kampus sebagai living example. Memasuki usia ke-21, Ma Chung ingin naik kelas menjadi living trendsetter yang mampu membentuk arah perkembangan melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.
Untuk mencapai target itu, Universitas Ma Chung menetapkan tiga fokus utama hingga 6 Juli 2027. Pertama, meningkatkan kepercayaan publik melalui kualitas lulusan, riset, inovasi, hak paten, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kedua, memperkuat mutu akademik melalui peningkatan akreditasi. Dari lima program studi saat berdiri pada 2007, kini Universitas Ma Chung memiliki 12 program studi dari jenjang diploma hingga magister. Enam di antaranya telah meraih predikat Akreditasi Unggul.
Ketiga, memperkuat kemandirian finansial agar pengembangan kampus dapat berjalan berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Selain itu, Universitas Ma Chung mulai mempersiapkan pembukaan program doktor (S3) sebagai langkah memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kampus juga merancang Program Studi Hukum Bisnis untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan ekonomi modern.
“Target kami bukan hanya menjadi kampus yang unggul, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Prof. Yufra. (*)




