Ideajatim.id, MALANG – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang, HM. Yahya Sugeng Winarto, akan hadir sebagai pemateri utama dalam forum Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang digelar oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sukun pada Sabtu (18/07/2026), siang ini. Kehadiran Sugeng menjadi magnet penting dalam memberikan pembekalan ideologi dan wawasan kebangsaan kepada para kader muda.
Dalam sesi “Materi Ke-NU-an” tersebut, HM. Yahya Sugeng Winarto mengupas tuntas urgensi peran generasi muda dalam mengawal garis perjuangan para ulama pendiri NU.
Kepala TU MAN 2 Kota Malang ini menekankan bahwa menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan sebuah komitmen besar yang membutuhkan empat pilar utama.
”Setiap kader IPNU harus berilmu, berakhlak, berorganisasi dan berkhidmah. Ini adalah modal utama untuk melanjutkan perjuangan ulama dan membentengi umat,” ucapnya saat ditemui Ideajatim.id, beberapa waktu lalu.
Pembekalan yang akan disampaikan oleh HM. Yahya Sugeng Winarto ini selaras dengan tema besar yang diusung dalam Makesta kali ini, yaitu “Ber-NU: Melanjutkan Perjuangan Ulama, Menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah, dan Berkhidmat untuk Umat, Bangsa, serta Negara”.
Melalui penyampaian materi yang interaktif dan mendalam dari beliau, para pelajar di Kecamatan Sukun diharapkan tidak hanya memahami sejarah organisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan toleran dalam kehidupan sehari-hari.
Kader IPNU hari ini adalah pemimpin masa depan. Melalui Makesta ini, mereka ingin memastikan bahwa estafet perjuangan para ulama tetap terjaga, dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang ramah serta moderat tertanam kuat di hati mereka.
Acara yang akan berlangsung di Ponpes Nurul Ulum Kebonsari ini
juga sebagai komitmen bersama seluruh peserta dan pengurus untuk terus bergerak selaras dengan jargon yang mereka usung: “Bergerak Bersama, Berkhidmat Sepenuh Hati”.
Melalui gerbang Makesta ini, diharapkan lahir tunas-tunas baru yang siap berproses di organisasi, membentengi diri dari arus radikalisme, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*)



