Fokus Penguatan Karakter, Polinema Terapkan Mapping Potensi untuk 4.330 Mahasiswa Baru

IDEA JATIM, MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menekankan penguatan karakter mahasiswa baru melalui skema pemetaan (mapping) potensi sejak awal masuk perkuliahan. Langkah ini diambil sebagai strategi utama kampus dalam mencetak lulusan yang tak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan era industri.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., usai memimpin upacara penyambutan 4.330 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 di Lapangan Polinema, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru.

​”Kuncinya kan nanti ada di soft skill atau karakter mahasiswa, itu yang utama dulu. Kita mencoba untuk me-mapping, memetakan, membuat suatu pola pendataan sehingga mereka itu akan terpetakan minatnya apa, bakatnya apa, dan potensi yang ada seperti apa,” ujar Supriatna.

​Melalui hasil mapping tersebut, pihak kampus akan mengarahkan mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan pendukung, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) hingga Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Supriatna berharap keseimbangan antara soft skill dan hard skill mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga:  Sulap Limbah Ternak Jadi Berkah, Mahasiswa Polinema Hadirkan Inovasi Teknologi di Desa Tulus Besar Malang

​”Harapan kami untuk jangka panjang, mereka bisa menjadi lulusan yang punya kompetensi mumpuni, baik hard skill maupun soft skill. Nantinya mereka menjadi manusia-manusia yang punya manfaat bagi diri pribadi, keluarga, orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara,” jelasnya.

​Pada tahun ajaran ini, sebanyak 4.330 mahasiswa baru jenjang Diploma 3 dan Diploma 4 (Sarjana Terapan) diterima dan tersebar di empat lokasi kampus, yaitu Malang, Kediri, Lumajang, dan Pamekasan. Tingkat keterisian daya tampung kampus pun mencatatkan angka yang terbilang tinggi.

​”Dari prediksi awal, ini kurang lebihnya kita sudah di angka 92 persen untuk daya tampung itu bisa terisi,” kata Supriatna. Ia menambahkan bahwa penentuan daya tampung selalu mempertimbangkan rasio ideal antara jumlah dosen, ketersediaan ruang kelas, serta fasilitas laboratorium.

​Dari total 7 jurusan dan 41 prodi D3/D4, Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin masih menjadi favorit dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Sementara pada tingkat program studi, Teknik Informatika (TI) dan Akuntansi Manajemen mencatatkan minat tertinggi.

​Mengenai inklusivitas, Polinema menyatakan keterbukaannya bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang. Meski tahun ini belum ada pendaftar dengan disabilitas fisik, Polinema menerima beberapa mahasiswa dengan kondisi buta warna parsial untuk jurusan non-teknis.
​”Sebenarnya kami terbuka, silakan saja. Tapi kalau buta warna parsial ada di jurusan non-engineering seperti Administrasi Niaga dan Akuntansi,” tuturnya.

Baca Juga:  KKN Tematik Polinema di Tulus Besar: Mahasiswa Tebar Inovasi Lintas Jurusan

​Sementara untuk pengembangan ke depan, Polinema memilih fokus memaksimalkan fasilitas yang ada terlebih dahulu sebelum menambah program studi baru pada tahun mendatang.

​”Tahun ini belum ada prodi baru, masih yang existing. Kita baru akan memproyeksikan tahun depan seiring dengan penambahan dosen, penambahan infrastruktur seperti ruang kelas dan laboratorium,” pungkas Supriatna. (*)

Berita Terkini

5 Kuliner Legendaris Bangil Pasuruan yang Wajib Dicoba, Ada Nasi Punel dan Kikil

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Bangil, Kabupaten Pasuruan, tidak hanya dikenal...

Saat Anak Muda Junrejo Pegang Kendali, Melestarikan Budaya Bukan Cuma Omon-Omon

IDEA JATIM, BATU – Suasana Balai Desa Junrejo pecah...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img