Filosofi Harakat dan Kerendahan Hati: Pesan Mendalam Gus Shampton di Purnawiyata MIN 2 Kota Malang

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana penuh khidmat sekaligus menggugah sanubari menyelimuti Ballroom Hotel Aria Gajayana pada Senin (15/06/2026). Di hadapan ratusan wisudawan, wali murid, dan dewan guru dalam acara Purnawiyata dan Gelar Prestasi MIN 2 Kota Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.Hi., M.Ag (Gus Shampton), menyampaikan sebuah refleksi mendalam tentang hakikat sejati dalam menuntut ilmu.

​Lewat untaian kalimat yang interaktif dan menyentuh, Gus Shampton mengajak seluruh hadirin membedah rahasia ilmu melalui kacamata bahasa Arab, khususnya lewat perbedaan mencolok antara kata Al-Ilmu (ilmu) dan Al-Jahlu (kebodohan).
​”Kasrah” yang Merunduk vs “Fathah” yang Jumawa

​Di awal sambutannya, Gus Shampton melempar pertanyaan pemantik kepada para siswa yang disambut riuh jawaban kompak. Dia menjelaskan bahwa kata Al-Ilmu diawali dengan huruf Ain berharakat Kasrah (di bawah).
​”Orang yang ingin mendapatkan ilmu, dia harus merendahkan hatinya. Harus mau bersusah-susah, berepot-repot untuk mendapatkan ilmu,” tegas Gus Shampton.

​Sebaliknya, dia mengontraskan ilmu dengan kata Al-Jahlu yang berarti kebodohan. Kata tersebut diawali dengan harakat Fathah (di atas). Filosofi ini menandakan bahwa ketika seseorang sudah merasa di atas, hanya ingin enaknya saja, enggan bersusah payah, dan gemar memerintah (main duding), maka sejatinya ia sedang mendaftarkan dirinya ke dalam golongan orang yang bodoh.

Baca Juga:  Rekor 7.000 Takjil: Cara MINDATAMA Asah Karakter Peduli Siswa

​Meneladani Dawuh Imam Al-Ghazali
​Untuk memperkuat pesannya, Gus Shampton menyitir sebuah bait penuh makna dari kitab monumental karya Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.

​”Ilmu itu musuhnya orang-orang yang sombong—sing dangak terus (yang mendongak terus)—yang tidak mau berbuat apa-apa dan hanya bisa menyuruh. Layaknya air banjir, ia tidak akan pernah bisa mengalir dan menggapai daratan yang tinggi,” jelasnya mengumpamakan. ​Ilmu hanya akan mengalir dan menetap pada jiwa-jiwa yang rendah hati, yang patuh dan hormat kepada perintah guru serta orang tua.

​Menutup narasinya, Kepala Kemenag Kota Malang menyampaikan rasa terima kasih dan matur nuwun sanget yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus komite dan wali murid. Baginya, segala daya, upaya, dan pengorbanan waktu yang diberikan demi mendampingi serta memajukan madrasah adalah bentuk nyata dari laku merendahkan hati.

​Sinergi yang tulus inilah yang menjadi fondasi utama bagi MIN 2 Kota Malang untuk terus konsisten mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas dan berilmu, tetapi juga berhias akhlakul karimah. (*)

Baca Juga:  Animo PMBM MIN 2 Kota Malang Melejit : Uji Kesiapan Belajar Siswa Lewat Tes Komprehensif dan Psikotes profesional

Berita Terkini

UM Gandeng Kyung In Women University Buka Peluang Beasiswa Full Semester

Ideajatim.id, ​MALANG – Bukan sekadar pertukaran mahasiswa biasa. Kerja...

Dari Beji untuk Pasuruan, Siwalan Mix Legen Jadi Minuman Segar Favorit Musim Kemarau

Ideajatim.id, PASURUAN – Potensi buah siwalan khas Kecamatan Beji,...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img