Refleksi 25 Tahun UNITRI: Dari Penguatan Tata Kelola Hingga Komitmen Cetak SDM Unggul

IDEA JATIM, ​MALANG — Momentum perayaan Dies Natalis ke-25 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menjadi panggung penting bagi Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D, untuk menyampaikan capaian kinerja sekaligus arah strategis kampus ke depan. Hal itu disampaikan rektor dalam perayaan puncak Dies Natalis ke-25 UNITRI, Minggu (02/08/2026). Mengusung nilai kedewasaan dan ketangguhan di usia seperempat abad, UNITRI menegaskan kesiapannya untuk melakukan lompatan besar di dunia pendidikan tinggi.

​Dalam laporan kinerjanya, Prof. Dodi memaparkan keberhasilan UNITRI yang kini telah mengantongi akreditasi Unggul untuk 4 Program Studi (Prodi) dari total 19 prodi yang ada. Capaian ini disebutnya sebagai buah dedikasi dan kerja keras para pimpinan terdahulu serta seluruh sivitas akademika.

​Kendati demikian, Prof. Dodi mengingatkan agar seluruh elemen kampus tidak lekas berpuas diri. Bergesernya paradigma akreditasi ke arah standar berbasis kebutuhan industri—yang kini didominasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)—menuntut fleksibilitas dan inovasi yang tak berhentinya.

​”Jangan lengah dengan capaian ini. Kita harus mempertahankan dan all out untuk selalu berinovasi agar apa yang kita janjikan kepada mahasiswa melalui akreditasi tersebut benar-benar mereka dapatkan,” tegas Prof. Dodi.

Baca Juga:  Strategi I-PROGRES : Cara Rektor Dodi Wirawan Bawa UNITRI Malang "Terbang Melesat"

​Selain mempertahankan mutu S1, UNITRI kini juga tengah tancap gas memperkuat program Pascasarjana. Tiga prodi magister yang dimiliki kampus saat ini ditargetkan mampu meraih akreditasi Unggul dalam waktu singkat, menyusul dorongan peningkatan kualitas bagi prodi S1 berakreditasi ‘Baik Sekali’.

​Penyelarasan Nilai “I-PROGRES” dan Penguatan SDM

​Kunci utama dari kemajuan institusi, menurut Rektor, terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sejak awal kepemimpinannya, UNITRI terus menanamkan core values yang dirangkum dalam budaya I-PROGRES (Integritas, Pelayanan Prima, Profesionalisme, Gotong Royong, dan Respiritualitas).

​Budaya kerja ini diharapkan tidak sekadar menjadi jargon atau simbol visual, melainkan benar-benar dijiwai dalam keseharian seluruh staf dan pengajar. Penguatan SDM ini juga diperkokoh oleh fakta bahwa sebagian besar pimpinan dan tenaga pengajar di UNITRI merupakan alumni kampus itu sendiri, yang memiliki ikatan emosional dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan kampus.

​Di sisi manajerial, Prof. Dodi membeberkan strategi penataan ulang tata kelola (governance) kampus. Berdasarkan hasil kajian analisis konten (content analysis) terhadap berbagai dokumentasi resmi dan publikasi digital, skor tata kelola UNITRI saat ini berada pada angka 78 (kategori cukup baik).

Baca Juga:  UNITRI Gandeng Kota Malang, Perkuat Sinergi Beasiswa untuk Keluarga Prasejahtera

​Proses perbaikan tata kelola yang terstruktur dan dinamis ini diakui membutuhkan kerja keras ekstra dari seluruh elemen. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat tantangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sangat bergantung pada kepercayaan publik dan calon mahasiswa.

​”PTS itu sangat rentan karena hidup dari kepercayaan mahasiswa. Jika kita tidak bisa merekrut dan merawatnya dengan baik, PTS tinggal menunggu waktu. Karena itu, perbaikan tata kelola dan budaya kerja keras ini adalah demi masa depan kita bersama,” pungkasnya.

​Dengan landasan tata kelola yang kian solid, penanaman karakter I-PROGRES, serta ekspansi mutu pendidikan hingga jenjang pascasarjana, UNITRI optimis melangkah memasuki era baru pendidikan tinggi yang berdaya saing global. (*)

Berita Terkini

Cak Nur Optimis Batu, Selangkah Lagi Kota Kreatif Gastronomi Indonesia

IDEA JATIM, BATU – Penandatanganan Berita Acara Hasil Uji...

Kota Batu Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Menuju Kota Kreatif Indonesia

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu terus berupaya...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img