Ideajatim.id, KOTA BATU — Bukan sekadar latihan baris-berbaris. Sebanyak 64 siswa kelas X MAN Kota Batu digembleng menjadi calon pemimpin Pramuka melalui Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsa) 2026. Mereka dilatih kepemimpinan, kedisiplinan, kesiapsiagaan bencana hingga pemadaman api.
Para peserta yang terdiri dari Pimpinan Sangga (Pinsa) dan Wakil Pimpinan Sangga (Wapinsa) mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan.
Kegiatan dibuka Kepala MAN Kota Batu sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus), Farhadi. Ia menegaskan, menjadi pimpinan sangga bukan hanya soal jabatan dalam organisasi Pramuka.
Menurutnya, Pinsa dan Wapinsa harus mampu menjadi teladan bagi anggota sangganya. Karena itu, Dianpinsa menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan, bertanggung jawab dan bekerja sama.
“Pimpinan sangga adalah kompas bagi anggotanya. Dianpinsa hadir untuk menempa mentalitas kalian agar tidak hanya cakap memimpin, tetapi juga tangguh, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat,” tegas Farhadi.
Pembekalan diberikan dengan melibatkan sejumlah praktisi. Materi kesiapsiagaan bencana disampaikan Idham Yusuf Baihaqi Mursyid dari PMI Kota Batu. Siswa mendapatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana dan langkah cepat menghadapi kondisi darurat.
Kemampuan kepemimpinan diperkuat melalui materi dari Herdy Indra Fiyanto dari Kwartir Cabang Kota Batu. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola organisasi dan menjalankan tugas sebagai pimpinan sangga.
Sementara itu, Fathur Rahman dari Forum Pelatih Paskibra Malang memberikan materi Latihan Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB). Latihan ini menjadi bagian untuk membangun kedisiplinan, ketegasan dan kekompakan.
Tidak berhenti pada teori, peserta juga mengikuti praktik pemadaman kebakaran. Mereka mendapat edukasi keselamatan sekaligus mencoba simulasi pemadaman api secara langsung.
Suasana semakin meriah saat peserta mengikuti sesi permainan air. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguji ketangkasan sekaligus membangun kerja sama antarpeserta.
Dianpinsa 2026 juga menguatkan sisi kemandirian dan spiritual siswa. Para peserta mendirikan tenda secara mandiri dan melaksanakan salat berjamaah di lapangan PTSP MAN Kota Batu.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara api unggun. Kobaran api menjadi simbol semangat baru bagi para Pinsa dan Wapinsa untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin muda Pramuka di MAN Kota Batu.
Melalui Dianpinsa 2026, MAN Kota Batu tidak hanya menyiapkan siswa untuk mampu menjalankan organisasi Pramuka, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)




