IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu resmi tancap gas menyusun peta jalan pembangunan untuk tahun 2027. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batu pada Jumat (7/8/2026), Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang berfokus penuh pada kesejahteraan masyarakat.

Bukan sekadar angka di atas kertas, Nurochman menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD 2027 harus berdampak nyata dan dirasakan langsung oleh warga mulai dari dapur rumah tangga, lahan pertanian, hingga bangku perkuliahan.
“Anggaran tahun 2027 harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami membuka ruang untuk rekomendasi dan program konkret yang dapat memperkuat ekonomi warga,” tegas Nurochman.
Untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, Pemkot Batu menyoroti beberapa sektor prioritas utama. Pertanian Modern (Smart Farming) Pemerintah menyiapkan lahan aset seluas 2,8 hektare di Desa Giripurno untuk dikembangkan menjadi kawasan Smart and Integrated Farming. Langkah ini digadang-gadang jadi terobosan baru pertanian berbasis teknologi di Kota Batu.
Keberlanjutan Program 1.000 Sarjana sebagai akses pendidikan tinggi bagi anak muda Kota Batu kian terbuka lebar. Pemkot menambah jangkauan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama untuk mencetak generasi unggul.
UMKM Naik Kelas & Ekonomi Kreatif bagi para pelaku usaha mikro akan didampingi secara masif melalui program digitalisasi, kemudahan sertifikasi produk, hingga perluasan akses pasar skala nasional maupun internasional.
Serta Infrastruktur, Pariwisata, dan Investasi sebagai layanan dasar dan infrastruktur publik terus dimaksimalkan guna memperkuat daya saing daerah, menarik investasi baru, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Melalui arah anggaran ini, Pemkot Batu optimistis dapat membangun perekonomian daerah yang lebih mandiri, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (*)



