IDEA JATIM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan 1.552 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Guru Madrasah Kementerian Agama Batch IV Tahun 2025. Prosesi pengambilan sumpah profesi yang berlangsung di Rayz UMM Hotel Malang, Selasa (28/7), ini menjadi tonggak penting bagi para pendidik untuk menjawab tantangan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan.
Para guru profesional yang baru saja menerima sertifikat pendidik ini datang dari 33 provinsi dan 299 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Mereka telah menuntaskan pendidikan di lima bidang studi utama, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Matematika, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama, Dr. Fesal Musaad, M.Pd., menekankan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 42 persen guru madrasah yang belum tersertifikasi. Pihaknya pun memasang target ambisius untuk menuntaskan sertifikasi seluruh guru madrasah pada tahun 2029.
”Kami menargetkan seluruh guru madrasah telah tersertifikasi pada tahun 2029 melalui percepatan program PPG dan penguatan kompetensi berbasis digital. Guru profesional tidak boleh berhenti belajar. Mereka harus terus mengembangkan diri melalui Learning Management System (LMS), PKB Digital, dan berbagai platform pembelajaran agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era transformasi teknologi,” ujar Fesal di sela pengukuhan.
Fesal menambahkan, profesionalisme seorang guru tidak berhenti pada pengucapan sumpah. Menurutnya, kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada guru yang mampu mengintegrasikan inovasi pembelajaran dengan integritas dan karakter yang kuat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., mengingatkan para lulusan bahwa sertifikasi hanyalah titik awal dari pengabdian yang lebih panjang. Di tengah masifnya gempuran teknologi, ia menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
”Sumpah profesi yang diucapkan hari ini bukanlah tanda bahwa perjalanan telah selesai, justru menjadi garis awal untuk mengemban amanah sebagai guru profesional. Dunia pendidikan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, sehingga guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus menjadi teladan,” tegas Trisakti.
Lebih lanjut, Trisakti berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan kinerja nyata di sekolah masing-masing.
”Jadilah guru yang terus belajar dan membuktikan bahwa lulusan PPG Kampus Putih adalah tenaga pendidik yang cakap, berkarakter, dan berhati mulia,” tambahnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi pemicu bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah-madrasah seluruh Indonesia. Dengan kompetensi yang kini berstandar nasional, ribuan guru tersebut dituntut menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan karakter peserta didik. (*)



