IDEA JATIM, MALANG – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali memperkuat barisan tenaga ahli nasional dengan melantik dan mengambil sumpah 69 insinyur baru dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Reguler Angkatan-5 dan RPL Angkatan-16. Prosesi pengukuhan yang digelar di Auditorium Prof. Ir. Suryono, FT UB, Sabtu (25/7/2026) ini sekaligus mencatatkan total 1.036 insinyur yang telah diluluskan oleh kampus tersebut.
Puluhan peserta yang dilantik berasal dari latar belakang disiplin ilmu yang beragam—mulai dari teknik sipil, mesin, elektro, hingga teknologi pangan, perkapalan, dan pertambangan. Para lulusan ini tersebar di berbagai sektor pekerjaan, mencakup 27 orang dari sektor swasta, 23 orang dari BUMN, 18 akademisi/dosen, dan 1 orang wirausahawan.
Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa seluruh prosesi ini telah melewati kualifikasi akademik yang ketat.
”Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. Angka 1.036 insinyur yang telah kami kukuhkan mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang unggul,” ujar Indradi dalam laporannya.
Prosesi pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Dekan FT UB sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang, Prof. Ir. Hadi Suyono, Ph.D., IPU. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa legalitas dan etika profesi merupakan syarat mutlak bagi praktisi teknik di Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., yang hadir mewakili Rektor UB, mengingatkan pentingnya peran strategis para insinyur dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
”Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada keselamatan masyarakat. Gelar Insinyur adalah amanah,” tegas Prof. Imam.
Ia menambahkan, UB terus berkomitmen memperkuat sinergi antara akademisi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi guna melahirkan lulusan yang tak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepemimpinan yang kuat.
Acara ditutup dengan orasi inspiratif dari Direktur Utama PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, Ari Wijaya. Ia berpesan kepada para insinyur baru agar terus mengasah soft skill di tengah pesatnya perubahan teknologi.
”Kompetensi teknis harus diimbangi dengan integritas, kepemimpinan, dan semangat belajar sepanjang hayat agar para insinyur mampu bersaing di industri,” kata Ari.
Penyelenggaraan program profesi ini juga menjadi bentuk komitmen FT UB dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (*)




