IDEA JATIM, PASURUAN- Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya dan unsur SAR gabungan berjibaku selama sekitar sekitar tiga jam untuk mengevakuasi Agus (40), sopir truk trailer yang terjepit di ruang kemudi setelah truk yang dikemudikannya mengalami rem blong dan menabrak teras rumah di Jalan Raya Gempol–Malang, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (27/7/2026).
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., segera mengerahkan dua tim rescue, yakni Tim Bravo dan Tim Charlie, lengkap dengan satu rescue car dan satu rescue truck yang membawa peralatan ekstrikasi serta perlengkapan SAR lainnya.
Saat tiba di lokasi, tim rescue Kantor SAR Surabaya mendapati korban terjepit di ruang kemudi yang mengalami kerusakan parah. Kondisi kabin yang masih terhimpit bangunan rumah membuat proses penyelamatan tidak bisa langsung dilakukan.
“Di tengah proses pembuatan akses evakuasi, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Jari tangannya masih bergerak. Kami kemudian meminta tim medis melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisinya,” ujar Nanang.

Tim medis dari RS Bhayangkara Pusdik Brimob bersama Puskesmas Gempol kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Hasilnya, korban masih hidup meski dalam kondisi sangat lemah.
Setelah mendapat tindakan stabilisasi dan bantuan oksigen, tim rescue Kantor SAR Surabaya melanjutkan proses ekstrikasi dengan memotong sejumlah bagian ruang kemudi agar korban dapat dikeluarkan tanpa memperparah cedera.
Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Selain kondisi korban yang kritis, posisi tubuh korban yang terjepit menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Hambatan lain muncul karena bagian depan truk masih tersangkut pada bangunan rumah. Setelah kendaraan berhasil ditarik menggunakan dump truck, ruang gerak tim menjadi lebih leluasa sehingga proses ekstrikasi dapat diselesaikan.
Sekitar tiga jam kemudian, korban berhasil dikeluarkan dari ruang kemudi dalam kondisi selamat dan segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lanjutan oleh petugas medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Polres Pasuruan, RS Bhayangkara Pusdik Brimob, Puskesmas Gempol, PSC Kabupaten Pasuruan, serta warga sekitar yang turut membantu kelancaran proses evakuasi. (*)



