ideajatim.id, Kota BATU – Lapangan MAN Kota Batu berubah menjadi panggung budaya pada Kamis (16/7/2026). Sebanyak 12 kelas XII menampilkan drama kolosal bertajuk Pesona Budaya Nusantara Angkatan 48 sebagai bagian dari ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
Berbagai kisah legenda dan sejarah Nusantara dipentaskan dengan kostum, tata rias, tari, hingga iringan gamelan. Cerita yang diangkat meliputi Rama Shinta, Lutung Kasarung, Roro Jonggrang, Ken Arok-Ken Dedes, Lembu Suro, Legenda Banyuwangi, Cinde Laras, Ande-Ande Lumut, Majapahit, Joko Tarub, Hanoman, hingga Calon Arang Bali.

Kepala MAN Kota Batu, Drs. H. Farhadi, M.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran Seni Budaya. Menurutnya, siswa tidak hanya dinilai dari kemampuan berakting, tetapi juga dari proses mereka memahami, menghayati, dan menyajikan nilai-nilai budaya Nusantara.
“Di balik setiap cerita terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, semangat perjuangan, tanggung jawab, pengorbanan, hingga cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada peserta didik melalui pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna,” ujarnya.
Farhadi menjelaskan, seluruh persiapan dilakukan siswa selama kurang lebih satu bulan. Bahkan, mereka memanfaatkan masa liburan sekolah untuk berlatih, menyusun skenario, menyiapkan properti, hingga memadukan unsur tari dan musik tradisional agar penampilan lebih maksimal.

Menariknya, pertunjukan tersebut juga disaksikan oleh seluruh peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA). Kehadiran mereka menjadi bagian dari pengenalan budaya dan tradisi akademik yang telah lama dijalankan MAN Kota Batu.
Farhadi berharap, melalui Pesona Budaya Nusantara generasi muda tidak hanya mengenal cerita rakyat sebagai warisan sejarah, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Adik-adik kelas juga diperkenalkan sejak awal bahwa ketika nanti berada di kelas XII, mereka akan mengikuti ujian praktik serupa. Ini menjadi motivasi sekaligus mengenalkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini,” pungkasnya. (*)




