IDEA JAT, SURABAYA – Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Santosa 2 yang mengangkut sekitar 250 orang Persons on Board (POB) dilaporkan mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep, Madura. Kapal rute Surabaya–Makassar tersebut diduga terbakar pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat melintas di perairan Madura.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., membenarkan insiden tersebut. Pihaknya menerima laporan pertama kali dari petugas siaga Syahbandar Tanjung Perak dan konfirmasi langsung dari pengelola kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
“Petugas siaga Kantor SAR Surabaya menerima informasi awal sekitar pukul 08.24 WIB. Pihak perusahaan mengabarkan bahwa kapal yang berlayar menuju Makassar tersebut mengalami kebakaran di perairan utara Madura. Sesaat setelah memberikan kabar awal, nahkoda kapal sudah tidak dapat dihubungi kembali,” ujar Nanang Sigit P. H.
Menanggapi laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya bergerak cepat berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak, SROP Kalianget, serta unsur-unsur maritim terkait untuk menentukan koordinat pasti keberadaan kapal dan menggerakkan sarana evakuasi.
Berdasarkan komunikasi SROP Kalianget dengan kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi, KMP Mutiara Santosa 2 terdeteksi berada di posisi 19 Nautical Miles (NM) di utara Pulau Buruan, Sapudi. Kondisi fisik kapal dilaporkan hampir terbakar habis, sementara ratusan penumpang berkumpul di area anjungan dan haluan kapal untuk menyelamatkan diri.
“Informasi dari lapangan menunjukkan kondisi kapal terbakar cukup parah. Penumpang bertahan di bagian depan dan anjungan kapal. Beberapa kapal terdekat yang berada di sekitar lokasi langsung merapat untuk memberikan pertolongan awal,” jelas Nanang.
Dalam proses penanganan awal, Tugboat (TB) Hasnur 26 dan Kapal British Mentor meluncur ke titik kejadian untuk mengevakuasi para penumpang, termasuk beberapa penumpang yang nekat melompat ke laut demi menghindari kobaran api.
Untuk memaksimalkan operasi SAR, Kantor SAR Surabaya memberangkatkan KN SAR 249 Permadi beserta tim rescuer, serta mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Pos SAR Sumenep menuju titik lokasi.
“KN SAR 249 Permadi beserta tim rescuer sudah bertolak menuju lokasi kejadian. Selain itu, Pos SAR Sumenep juga mengerahkan RIB 01 untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban di laut,” tambah Nanang.
Operasi penanganan dan evakuasi ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Sumenep, Syahbandar Surabaya, VTS Surabaya, SROP dan KSOP Kalianget, serta beberapa kapal niaga yang melintas di sekitar perairan utara Madura. Perkembangan terkait jumlah korban dan proses evakuasi akan diperbarui secara berkala. (*)



