Cak Nur Optimis Batu, Selangkah Lagi Kota Kreatif Gastronomi Indonesia

IDEA JATIM, BATU – Penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik (BAHUP) Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Panitia Seleksi Nasional Uji Petik PMK31 Kementerian Ekonomi Kreatif di Rupatama Pemkot Batu, Jumat (31/7/2026) sore, menjadi penanda penting perjalanan Kota Batu menuju penetapan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia dengan subsektor unggulan gastronomi.

Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Tim Penilai Nasional KaTa Kreatif, Dr. Fahmi Amrin. Momentum ini memantapkan langkah Kota Batu yang tahun ini memasuki usia 25 tahun atau seperempat abad untuk mengukuhkan diri sebagai kota kreatif berbasis peradaban kuliner dan agro.

Batu
Cak Nur Optimis Batu, Selangkah Lagi Kota Kreatif Gastronomi Indonesia 1

Wali Kota Batu, Nurochman, mengisahkan bahwa inisiasi dorongan menjadikan Kota Batu sebagai Kota Kreatif Gastronomi berawal dari komitmen bersama sejak digelarnya gelaran Indonesia Creative Cities Network (ICCN) pada 2025 silam. Langkah itu terus dimatangkan melalui kesepakatan pentahelix dan berbagai potensi sejarah serta ekonomi masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Dr. Fahmi Amrin yang telah melakukan uji petik, mengonfirmasi, dan memastikan langsung keberadaan data-data di lapangan serta konfigurasinya dengan potensi yang dimiliki Kota Batu. Kami meyakini Kementerian Ekraf membuka ruang seluas-luasnya bagi Kota Batu untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Nurochman.

Baca Juga:  Sasar Pemilih Milenial dan Gen Z, DPC PDI Perjuangan Kota Batu Lantik Pengurus PAC Baru Berjiwa Muda
Batu
Cak Nur Optimis Batu, Selangkah Lagi Kota Kreatif Gastronomi Indonesia 2

Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat serta sosialisasi secara masif agar cita-cita ini dipahami dan didukung penuh oleh warga Kota Batu.

“Ini harus di elaborasi dan disosialisasikan. Teman-teman kreatif silakan sampaikan informasi ini kepada publik. Di tengah upaya mencapai penetapan ini, dukungan total dari masyarakat sangat-sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Guna mengawal pasca-penetapan nantinya, Nurochman telah menginstruksikan jajaran birokrasi, khususnya Sekda Kota Batu dan OPD terkiat untuk menyiapkan peta jalan (roadmap) yang konkret dan terintegrasi.

Batu
Cak Nur Optimis Batu, Selangkah Lagi Kota Kreatif Gastronomi Indonesia 3

“Kita optimistis, bismillahirrahmanirrahim, Kota Batu ditetapkan sebagai Kota Kreatif Gastronomi. Maka pasca-penetapan, kita harus mem-breakdown langkah-langkah yang lebih konkret untuk menginterkoneksikan potensi gastronomi, kuliner, pariwisata, hingga agro. Rumusannya harus disusun jelas,” tegasnya.

Nurochman juga menyoroti pentingnya menjaga rantai pasok bahan pangan dari hulu ke hilir. Menurutnya, branding gastronomi tidak akan lepas dari keberlanjutan sektor pertanian dan regenerasi petani di Kota Batu.

“Dalam uji petik, salah satu poin yang mendapat highlight saya adalah regenerasi petani. Anak-anak muda Gen Z tentu tidak mau bertani secara konvensional. Padahal ketahanan pangan merupakan isu nasional utama yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Baca Juga:  Menjelang Peringatan 1.098 Tahun Prasasti Sangguran, Tokoh Masyarakat Ngandat Suarakan Pengembalian Minto Stone dari Skotlandia

Sebagai solusi konkret, Pemkot Batu tengah menyiapkan program Smart and Integrated Farming seluas kurang lebih 3 hektar sebagai tahapan awal program pertanian modern berintegrasi teknologi dan peternakan. Pendekatan ini diharapkan menarik minat generasi muda sekaligus menjamin pasokan bahan baku berkualitas bagi produk pascapanen gastronomi lokal.

Batu
Cak Nur Optimis Batu, Selangkah Lagi Kota Kreatif Gastronomi Indonesia 4

Selain sektor agro, Wali Kota Nurochman memaparkan kesiapan infrastruktur pendukung lainnya, seperti rencana pembangunan Art Center untuk mengwadahi deretan perupa berprestasi internasional asal Batu, hingga optimalisasi destinasi bersejarah seperti PT Selecta sebagai ruang penyelenggaraan event nasional maupun internasional.

“Semangat dan kesungguhan ini yang kami sodorkan untuk dinilai oleh Pak Fahmi dan tim penilai. Jika keberhasilan ini kita capai, seluruh instrumen pendukungnya sudah siap menguatkan posisi Kota Batu sebagai Kota Agro Kreatif Gastronomi,” pungkas Nurochman.

Sebelumnya, selama dua hari 29-30 Juli Tim Pansel Nasional bersama Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) telah melakukan peninjauan dan penilaian di lapangan tentang potensi unggulan daerah ini bertumpu pada sektor pertanian, pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga:  Pemkot Batu Dukung SCR Kids Pushbike Series 2, Perkuat Sport Tourism dan Wisata Keluarga

Tentunya dengan produk unggulan yang beragam produk olahan, kuliner, kriya, desain kemasan, karya seni, konten kreatif, hingga pengalaman wisata. (*)

Berita Terkini

Kota Batu Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Menuju Kota Kreatif Indonesia

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu terus berupaya...

KKN Internasional UMM di Malaysia Dapat Apresiasi Ketua Kampung dan Anggota Dewan

IDEA JATIM, MALASYSIA - Diantara ratusan warga yang memadati...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img