Brantas

Kadang sungai itu seperti ibu tua
yang terus memasak untuk anak-anaknya
meski dapurnya dibakar sedikit demi sedikit.

Kita, manusia abad ini,
mewarisi sejarah panjang Brantas
tanpa benar-benar belajar darinya.
Kita membangun rumah di daerah resapan,
menebang pohon di hulu,
menyempitkan bantaran,
lalu terkejut ketika banjir datang mengetuk pintu.

Brantas tetap mengalir.
Membawa masa lalu kerajaan-kerajaan tua,
membawa sampah-sampah abad modern,
membawa doa para petani,
dan mungkin juga harapan kecil
bahwa suatu hari manusia akan kembali belajar
cara hidup berdampingan dengan sungai.
Sebab sungai bukan sekadar air yang bergerak.

Ia adalah sejarah yang terus berjalan.
dan selama Brantas masih mengalir dari pegunungan menuju kota,
ia akan terus mengingat siapa kita sebenarnya.

Berita Terkini

Perluas Kolaborasi Global, UNMER Malang Mantapkan Langkah Menuju Perguruan Tinggi Berwawasan Internasional

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Merdeka (UNMER) Malang memperkuat...

​UB Resmi Buka RAJA BRAWIJAYA 2026, Usung Orientasi Kampus Berstandar Global

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) resmi membuka...

Bikin Sains Enggak Lagi Membosankan!, Mendikdasmen Tinjau Proyek Giga MMSC JTP Group di Batu

IDEA JATIM, BATU — Siapa bilang belajar sains cuma...
spot_img
Berita Terkait

TIRANI

DIAMNYA WAKTU

Kategori Populer

spot_imgspot_img