IDEA JATIM, BATU – Ribuan anak-anak memenuhi area Parkir Timur Balai Kota Among Tani dengan penuh keceriaan pada Sabtu (20/6/2026) pagi. Kehadiran mereka dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Batu Tahun 2026 yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu, H. Nurochman, S.H., M.H., bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu yang akrab disapa Cak Nur ini mengaku sangat bahagia melihat antusiasme dan senyum ceria yang terpancar dari wajah anak-anak yang hadir. Menurutnya, momentum HAN ke-42 ini harus menjadi pengingat bersama akan hak-hak dasar anak.
“Hari Anak Nasional yang ke-42 ini merupakan hari yang mengingatkan kita semua bahwa anak-anak berhak tumbuh, belajar, bermain, dan meraih cita-cita dalam lingkungan yang aman dan membahagiakan,” ujar Cak Nur.
Cak Nur juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada para orang tua serta tenaga pendidik (guru TK, RA, KB, SPS, dan SLB) se-Kota Batu. Ia menilai dedikasi mereka adalah pilar utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Wali Kota menekankan bahwa definisi “anak hebat” tidak melulu diukur dari prestasi akademis atau menjadi juara, melainkan anak yang jujur, disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki empati tinggi untuk membantu sesama. Di hadapan ribuan anak, Cak Nur turut memberikan suntikan motivasi agar mereka berani menggantungkan cita-cita setinggi langit.
“Mungkin hari ini kalian masih duduk di pangkuan Ayah dan Ibu, masih diantar ke sekolah. Namun percayalah, di antara kalian ada yang kelak menjadi guru, dokter, atlet, pengusaha, bahkan pemimpin Kota Batu. Karena itu jangan pernah berhenti bermimpi,” pesannya menyemangati.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan tahunan atau seremonial belaka. Momen ini merupakan mandat besar bagi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak di Kota Batu dapat tumbuh, berkembang, belajar, dan bermain di lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.
Alfi Nurhidayat menjelaskan bahwa di era digital tahun 2026 yang bergerak begitu cepat, tantangan anak-anak bukan hanya cerdas secara akademik, melainkan juga harus memiliki karakter yang kokoh.
“Anak-anak adalah pemilik masa depan kota ini. Jadilah anak-anak yang berani bermimpi, tekun belajar, santun dalam berperilaku, dan selalu bangga akan budaya lokal kita. Festival hari ini dirancang khusus untuk kalian, jadi salurkan kreativitas, tunjukkan bakat, dan nikmati masa anak-anak dengan kegembiraan yang sehat,” ungkap Alfi di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Alfi menyatakan bahwa Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen kuat untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak. Pihaknya ingin memastikan seluruh sekolah di Kota Batu menjadi Sekolah Ramah Anak yang nyata, bukan sekadar papan nama.
“Kita ingin menciptakan tempat di mana tidak ada perundungan (bullying), tempat di mana keunikan setiap anak dihargai, dan tempat di mana potensi mereka dilejitkan lewat kurikulum yang memanusiakan manusia,” tambahnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa Dinas Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Investasi terbaik bagi masa depan Kota Batu adalah kolaborasi lintas sektor dalam menjaga tumbuh kembang anak.
“Mari kita penuhi hak-hak mereka secara utuh: hak untuk hidup, hak untuk tumbuh berkembang, hak atas perlindungan, dan hak untuk berpartisipasi serta didengar suaranya,” tegas Alfi sembari memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, sponsor, dan komunitas yang menyukseskan festival ini.
Acara peringatan yang berlangsung semarak ini ditutup dengan manis lewat sebuah pantun penuh makna yang dibacakan langsung oleh Wali Kota Batu.
Pagi cerah ke kebun kacang,
Burung pipit hinggap di peti.
Raih cita setinggi bintang,
Jadilah anak membanggakan negeri.
Turut hadir dalam acara ini Bunda PAUD Kota Batu, Wakil Wali Kota Batu, Ketua Perwosi, pimpinan dan anggota DPRD Kota Batu khususnya Komisi C, pimpinan Bank Jatim Cabang Batu, Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Penjabat Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Batu. Organisasi kependidikan seperti IGTKI, IGRA, Himpaudi, GOPTKI, dan PGRI juga tampak kompak mengawal jalannya acara hingga selesai. (*)




