SURABAYA, IDEAJATIM.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur terus berupaya memberikan kualitas pelayanan transportasi handal, prima, dan profesional untuk masyarakat Jawa Timur. Seperti, untuk pengelolaan dan pengaturan arus sisi udara, Dishub Jawa Timur dibantu UPT Pelayanan Jasa Kebandarudaraan Abdulrachman Saleh Malang selaku pengampu kewenangan di lapangan. Sementara, dalam aspek perkeretaapian, diwakili bidang perkeretaapian dan jaringan transportasi.

Perbaikan dan peningkatan kualitas transportasi di Jawa Timur terus didorong menjadi prioritas utama dalam perbaikan pelayanan aksesibilitas dan konektivitas tanpa mengesampingkan faktor keselamatan sebagai tujuan utama. Dari sisi udara, peningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas bandara melalui inovasi Digitalisasi Sistem Pelaporan Kerusakan Fasilitas Bandara menjadi konsen sisi udara. Inovasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan pelaporan kerusakan fasilitas yang cepat, mudah, dan terintegrasi.
“Melalui sistem digital, petugas maupun pengguna layanan dapat menyampaikan informasi kerusakan secara langsung dengan melampirkan lokasi, jenis kerusakan, serta dokumentasi pendukung,” terang Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono.
Setiap laporan yang masuk terdokumentasi dan dapat dipantau sebagai dasar proses verifikasi, penentuan prioritas, serta tindak lanjut perbaikan. Dengan demikian, status penanganan fasilitas dapat dipantau mulai dari laporan diterima hingga pekerjaan selesai dilaksanakan. Selain mempercepat penyampaian informasi, sistem ini juga menghasilkan data yang dapat digunakan untuk evaluasi dan perencanaan pemeliharaan fasilitas bandara secara lebih efektif.
Dari aspek keselamatan transportasi perkeretaapian, Dishub Jawa Timur konsisten melakukan berbagai upaya mitigasi risiko keselamatan perkeretaapian melalui berbagai upaya secara nyata baik berupa pemberian perlengkapan keselamatan kepada para petugas di lapangan maupun pembangunan fasilitas keselamatan perkeretaapian, seperti bangunan fisik pos jaga dan palang pintu kereta api.
Data terbaru hingga bulan Juli 2026 telah terjadi sebanyak 19 kasus kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan pada perlintasan sebidang. Maka, untuk menekan laju kecelakaan pada perlintasan sebidang kereta api, Dishub Jawa Timur terus melakukan inovasi terkait keselamatan perkeretaapian.
Salah satunya yang kini terus dikembangkan dan diterapkan secara paralel pada perlintasan sebidang Jawa Timur yaitu Implementasi AI Kamera sebagai prasarana pendukung. Inovasi ini berfungsi sebagai mata elang keselamatan pada perlintasan sebidang kereta api.
Nantinya, data yang tercapture melalui AI Kamera ini tidak hanya berfokus pada volume lalu lintasnya saja, akan tetapi juga dapat menangkap data kecepatan dan titik-titik kritis terjadinya bottle neck perlintasan sebidang. Sehingga dapat membantu mempermudah Dishub Jawa Timur selaku pengampu kepentingan transportasi di Jawa Timur untuk terus melakukan evaluasi, koordinasi, sekaligus kolaborasi yang efektif dan efisien.
“Melalui inovasi ini, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berkomitmen mewujudkan transportasi yang lebih, efektif, efisien, transparan dan berbasis teknologi digital demi mendukung pelayanan transportasi yang prima, handal, selamat, dan profesional,” tutup Nyono. (Redaksi JatimKita)





