IDEA JATIM, SURABAYA – Meningkatan kapasitas tim Urban SAR, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengadakan diseminasi National Accreditation Process (NAP) di Kantor SAR Kelas A Surabaya. Kegiatan ini dibuka pada hari Senin (20/7/2026) dan akan dilaksanakan selama lima hari kedepan.
NAP sendiri merupakan langkah strategis Basarnas dalam membangun standar kapabilitas tim dalam operasi penyelamatan di bagunan runtuh atau yang sering disebut USAR sesuai dengan metodologi INSARAG (International Search dan Rescue Advisory Group). Diharapkan dengan adanya diseminasi ini, seluruh komponen operasi SAR di Kantor SAR Kelas A Surabaya memiliki pemahaman menyeluruh terhadap prinsip-prinsip, struktur, dan prosedur operasional USAR dalam kerangka NAP, termasuk penguatan dokumen kebijakan internal, kesiapsiagaan tim, pengelolaan peralatan, dukungan logistik, serta interoperabilitas lintas sektor.
Pembukaan Diseminasi NAP ini dihadiri oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P. H., beserta jajaran pimpinan Kantor SAR Kelas A Surabaya, Emi Frizer selaku Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia beserta tim dari Direktorat Operasi, serta seluruh personil tim USAR dari Kantor SAR Kelas A Surabaya.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Nanang Sigit memberikan motivasi agar peserta yang terlibat dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan bersungguh – sungguh. Ia juga berharap kegiatan ini dapat membangun budaya profesionalisme, disiplin, safety, dan interoperabilitas unsur-unsur yang ada.
“Keberhasilan operasi SAR sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan jauh sebelum kejadian itu terjadi. Untuk itu kegiatan ini harus kita manfaatkan sebagai sarana untuk menguji kemampuan, mengenali kekurangan, memperkuat koordinasi serta meningkatkan kepercayaan diri seluruh personil” imbuhnya.
Dalam sambutan Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, yang dibacakan oleh Emi Frizer saat pembukaan, beliau mengungkapkan bahwa seluruh proses yang dilakukan ini guna memastikan bahwa setiap misi pencarian dan pertolongan yang dilakukan dapat memenuhi standar keselamatan, efektifitas, dan akuntabilitas sesuai penerapan sistem dan manajemen operasi SAR berbasis standar internasional INSARAG ini.
Rangkaian diseminasi ini dimulai dengan pembukaan dan pemberian materi selama tiga hari seputar pengenalan INSARAG dan pengenalan metode USAR sesuai dengan INSARAG itu sendiri. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Simulation Exercise dimana tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya harus mengaktifkan sistem operasi SAR saat ada permintaan pencarian dan pertolongan pada korban pada reruntuhan.
“Simulasi diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat dini hari karena pada simulasi ini tim akan berlatih seperti layaknya operasi SAR pada bangunan runtuh yang dilaksanakan selama 24 jam nonstop hingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, ” jelas Nanang Sigit. (*)




