IDEAJATIM.ID, PASURUAN– Program Sekolah Rakyat (SR) mulai menunjukkan dampak nyata bagi para siswanya. Momen libur sekolah menjadi kesempatan bagi keluarga untuk melihat langsung perubahan sikap dan karakter anak-anak setelah beberapa bulan menjalani pendidikan berbasis asrama.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Syafa Sofia Rahma, siswi kelas XC di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Pasuruan. Remaja asal Dusun Krajan Timur, Desa Branang, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan itu mengaku mengalami banyak perubahan sejak mengikuti program Sekolah Rakyat.
Syafa mengatakan dirinya kini menjadi lebih disiplin, mampu berorganisasi, serta aktif mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan bola voli.
“Alhamdulillah selama sekolah di SRT 3 Pasuruan banyak yang berubah. Saya menjadi lebih disiplin, belajar berorganisasi, dan ikut ekstrakurikuler Pramuka serta voli,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (26/6/2026).
Tak hanya berkembang secara akademik dan karakter, Syafa juga memanfaatkan masa liburan untuk berbagi ilmu kepada lingkungan sekitar. Ia mengisi waktu luang dengan mengajar mengaji anak-anak usia dini di kampung halamannya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti pembinaan tahfidz di Sekolah Rakyat memotivasi dirinya untuk menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada adik-adik di desanya.
“Mumpung liburan dan pulang ke rumah, saya ajarin anak-anak di sini supaya pintar mengaji. Di Sekolah Rakyat bakat saya di bidang tahfidz mendapat pembinaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SRT 3 Pasuruan, Julianto, menjelaskan saat ini sekolah yang dipimpinnya menampung 150 siswa dengan sistem pendidikan berasrama. Menurutnya, proses pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Sejak awal masuk, siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran akademis, tetapi juga pendidikan keasramaan, pembentukan tanggung jawab, dan disiplin. Anak-anak dilatih bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mulai bangun tidur hingga kembali beristirahat,” jelasnya.
Julianto menambahkan, Sekolah Rakyat hadir untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui fasilitas pendidikan gratis, asrama, serta pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus melahirkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap meraih masa depan yang lebih baik. (*)




