Cetak Generasi Kelas Dunia, MBI Amanatul Ummah Antar Santri Raih Prestasi Global

IDEAJATIM.ID, MOJOKERTO – Prestasi akademik yang mendunia berpadu dengan pendidikan karakter menjadi warna pembagian rapor santri Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah di Masjid Al Qonaah, Pacet, Sabtu (27/6/2026).

Momentum akhir semester ini menjadi bukti lahirnya generasi muda yang tak hanya berprestasi, tetapi juga dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global.

Prestasi santri MBI tahun ini membanggakan. Ratusan santri diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit seperti ITB, ITS, UI, UGM, Unair, dan UB melalui jalur SNBP maupun SNBT. Tak hanya itu, banyak santri juga lolos ke kampus-kampus ternama di Amerika Serikat, Eropa, Australia, hingga Timur Tengah. Bahkan, seorang santri berhasil diterima di 17 universitas luar negeri sekaligus.

Pembagian rapor berlangsung tertib meski dihadiri ribuan wali santri dari berbagai daerah. Pengaturan jadwal yang matang membuat proses berjalan lancar tanpa kemacetan di sekitar kawasan pesantren. Acara diawali dengan istighosah bersama yang dipimpin Dr. H. Muhammad Ilyas (Gus Ilyas).

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, mengingatkan para santri agar menjadikan masa liburan sebagai waktu untuk memperkuat akhlak, menghormati orang tua, dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Liburan bukan berarti berhenti belajar. Gunakan waktu di rumah untuk berbakti kepada orang tua, menjaga ibadah, dan menghindari pergaulan yang bisa merusak masa depan. Santri harus pulang membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” pesannya.

Kiai Asep juga menekankan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan melalui empat pilar utama, yakni ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan para pengusaha, dan keahlian para profesional.

“Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam sains, teknologi, ekonomi, dan berbagai bidang profesional. Itulah cita-cita pendidikan yang kami bangun di Amanatul Ummah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian teknologi nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi teknik terbaik, namun belum mampu menghasilkan industri otomotif dan teknologi strategis secara mandiri. Karena itu, Universitas Amanatul Ummah (UAC) berencana membuka Fakultas Teknologi dan Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari upaya melahirkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

Menutup arahannya, Kiai Asep mengajak seluruh wali santri meneladani perjuangan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menjelang Muktamar ke-35 NU, ia juga memohon doa agar lahir pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa organisasi serta bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur.

“Kalau kita ingin Indonesia menjadi negara besar, maka kita harus menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kemampuan memimpin dunia. Itu yang terus kami ikhtiarkan melalui pendidikan di Amanatul Ummah,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img