UM Kembangkan Model Evaluasi Literasi Vokasional Berbasis Kompetensi Abad 21 untuk Dukung SDGs Pendidikan Berkualitas

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim peneliti Pascasarjana berhasil mengembangkan model evaluasi multidimensional literasi vokasional mahasiswa pendidikan teknik berbasis kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education atau Pendidikan Berkualitas.

Penelitian yang diketuai oleh Dr. Widiyanti, M.Pd. bersama tim peneliti dari Universitas Negeri Malang dan kolaborator internasional dari Universiti Teknologi Malaysia tersebut berfokus pada pengembangan model evaluasi yang lebih komprehensif untuk mahasiswa pendidikan teknik dan vokasi.

Menurut Dr. Widiyanti, kebutuhan dunia industri saat ini tidak hanya menuntut lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, hingga sikap profesional. Oleh karena itu, evaluasi pembelajaran vokasi perlu dirancang secara multidimensional agar mampu menggambarkan kompetensi mahasiswa secara utuh.

UM
Gambar Struktur konseptual Model Evaluasi Literasi Vokasional Multidimensi

“Selama ini evaluasi pembelajaran masih banyak berfokus pada aspek kognitif dan capaian nilai akademik. Padahal dunia kerja membutuhkan lulusan yang juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi teknologi, inovasi, dan sikap kerja profesional,” ujarnya.

Penelitian ini menghasilkan model evaluasi yang mencakup enam dimensi utama, yaitu literasi teknologi, literasi kognitif, literasi afektif, literasi psikomotor, inovasi, dan sikap kerja. Model tersebut dikembangkan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan validasi ahli, uji reliabilitas, hingga uji lapangan pada mahasiswa pendidikan teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen evaluasi yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat tinggi. Beberapa instrumen bahkan memperoleh nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,90 yang menunjukkan konsistensi pengukuran yang sangat baik. Hal ini menandakan model evaluasi tersebut layak digunakan dalam pendidikan vokasi modern.

UM
Gambar SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas)

Selain mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi vokasi, penelitian ini juga memperkuat konsep link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Model evaluasi yang dikembangkan diharapkan mampu membantu perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi transformasi industri berbasis teknologi.

Penelitian ini selaras dengan implementasi SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas karena mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi abad ke-21, serta pengembangan sistem evaluasi yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Tim peneliti menargetkan hasil penelitian ini dapat diimplementasikan lintas program studi dan universitas pada tahap pengembangan selanjutnya. Selain publikasi internasional bereputasi, penelitian ini juga diarahkan untuk menghasilkan hak kekayaan intelektual (HKI), publikasi media massa, serta penguatan inovasi pendidikan vokasi di Indonesia.

Dengan hadirnya model evaluasi multidimensional ini, pendidikan teknik dan vokasi di Indonesia diharapkan semakin mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan kerja, kemampuan inovasi, dan daya saing global sesuai tuntutan era industri modern. (*)

Berita Terkini

Ribuan Santri Ponpes An Nur 2 Bululawang Kini Punya Ambulance Baru dari BRI

IDEA JATIM, MALANG - Aktivitas padat di Pondok Pesantren...

Idul Adha 2026, BRI Malang Martadinata Tebbar Puluhan Hewan Qurban untuk Warga Kurang Mampu

IDEA JATIM, MALANG – Momentum Idul Adha selalu menjadi...

MTs Ar Roihan Lawang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Munaqosah Tahfidz

IDEAMALAMNG - MALANG – MTs Terpadu Ar Roihan Lawang...
spot_img
Berita Terkait