IDEAMALAMNG – MALANG – MTs Terpadu Ar Roihan Lawang terus memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan melalui kegiatan Tasmi’ Munaqasah Tahfidzul Qur’an Bil Ghaib.
Kegiatan yang digelar Sabtu (23/5/2026) tersebut menjadi ajang evaluasi hafalan sekaligus motivasi bagi siswa untuk mencintai dan menjaga Alquran sejak usia remaja.
Selama hampir tiga jam, para peserta melafalkan hafalan Alquran di depan tim penguji atau munaqis. Tidak hanya menghafal, peserta juga diuji kemampuan sambung ayat serta ketepatan bacaan Alquran.
Sebanyak sembilan siswa mengikuti munaqasah tahfidz. Fircha Nauvilia Diffani dari kelas 8A mengikuti ujian hafalan juz 3. Sementara delapan siswa lainnya menjalani munaqasah hafalan juz 30, yakni Aprillia Dwi Lestari, Nadiroturrofiqoh, Muhammad Ali Haidaroh Al Batavi, Aqilah Azmy Syabani, Cahya Kamila Sakti, Filza Mahiroh Alfarikha, Karisma Shakila Mazayaha, dan Prisila Aura Maharani.
Para peserta diuji oleh tiga munaqis, yakni M. Ali Chusni, S.Pd.I., Riki Setiyobudi, S.H.I., dan Moch. Chosim, S.Pd. Kehadiran para wali siswa turut menambah suasana emosional selama prosesi berlangsung.
Kepala MTs Terpadu Ar Roihan Lawang, Dr. Redite Kurniawan, M.Pd., mengatakan program tahfidz menjadi salah satu upaya madrasah dalam membentuk karakter religius siswa sejak dini.
“Selain ilmu pengetahuan umum, kami ingin siswa memiliki pondasi agama yang kuat melalui hafalan Alquran. Semoga mereka menjadi anak saleh dan salehah yang membanggakan orang tua,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan munaqasah tidak hanya menjadi evaluasi hafalan, tetapi juga sarana membangun mental percaya diri siswa dalam menjaga dan menyampaikan hafalan Alquran di depan publik.
Sementara itu, salah satu munaqis, Moch. Chosim, S.Pd., mengapresiasi semangat para peserta dalam mempelajari dan menghafal Alquran di usia remaja.
“Di usia remaja seperti kalian masih banyak anak yang kesulitan membaca Alquran. Namun kalian telah melampaui tahap tersebut. Kalian tidak hanya mampu membaca, tetapi juga menghafalkannya,” katanya memberi motivasi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan prosesi sungkeman kepada orang tua. Momen tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus terima kasih siswa atas dukungan dan doa yang diberikan selama proses menghafal Alquran. (*)





