IDEA JATIM, MALANG – Rangkaian peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di SD Anak Saleh berlangsung khidmat sekaligus penuh edukasi. Membuka rangkaian dengan simulasi manasik haji menggunakan miniatur Kakbah pada Jumat (22/5), sekolah Islam ini sukses menutup puncak perayaan dengan menyembelih 10 ekor kambing dan 2 ekor sapi pada Kamis (28/5). Menariknya, sebagian hewan kurban tersebut lahir dari celengan mandiri para siswa.
Wakil Kepala SD Anak Saleh, M. Ichsan Wibowo, S.Hum, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian ini dirancang untuk menanamkan niat suci beribadah ke Tanah Suci serta memupuk jiwa berbagi sejak usia dini. Agar memberikan pengalaman yang mendalam, suasana manasik haji sengaja dibuat semirip mungkin dengan kondisi aslinya di Arab Saudi.
”Tujuan kegiatan ini tentu lebih kepada edukasi. Sebagai sekolah Islam, kami ingin mengajarkan bagaimana anak-anak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui manasik ini, kita membangun niat yang kuat pada diri mereka untuk bisa menunaikan ibadah haji suatu saat nanti,” ujar Ichsan, Kamis (28/5).
Setelah melaksanakan salat Iduladha bersama pihak yayasan, guru, dan orang tua pada Rabu (27/5), agenda berlanjut ke pemotongan hewan kurban keesokan harinya. Ada pemandangan menarik di balik pengumpulan hewan kurban tahun ini, yaitu hadirnya program Takur (Tabungan Kurban).
Melalui tabungan mandiri yang disisihkan siswa selama enam bulan terakhir, mereka berhasil mengumpulkan total empat ekor kambing.
”Empat ekor kambing dari program Takur ini kami gunakan sebagai sarana latihan berkurban bagi siswa. Sementara sisanya, yaitu enam ekor kambing dan dua ekor sapi, merupakan kurban murni dari orang tua siswa, baik secara individu maupun patungan,” jelas Ichsan secara rinci.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang melibatkan siswa saat pemotongan, SD Anak Saleh justru menerapkan kebijakan belajar di rumah. Ichsan menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga ketenangan hewan kurban agar tidak stres akibat suasana yang bising dari kerumunan anak-anak.
Selain itu, pihak sekolah juga ingin mengantisipasi dampak trauma bagi siswa yang secara usia memang belum siap melihat proses penyembelihan secara langsung. Sebagai gantinya, para siswa diberikan tugas edukatif untuk mengamati proses kurban di sekitar lingkungan rumah masing-masing yang dinilai lebih kondusif bagi perkembangan psikologis mereka.
Seluruh daging kurban yang terkumpul langsung disalurkan kepada pihak internal sekolah seperti guru dan karyawan, serta masyarakat sekitar yang membutuhkan, mulai dari satpam, pengemudi, hingga petugas kebersihan.
Tak hanya daging siap bagi, SD Anak Saleh juga mendistribusikan dua ekor kambing dalam keadaan hidup ke dua musala di sekitar lingkungan sekolah.
”Melalui seluruh rangkaian ini, mulai dari manasik hingga kurban, filosofi utama yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak adalah bagaimana belajar memberikan yang terbaik kepada Allah SWT,” pungkas Ichsan hangat. (*)




