IDEA JATIM, MALANG – Di tengah isu penurunan daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi nasional yang lesu, Universitas Islam Malang (Unisma) justru mencatatkan tren positif pada Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kampus hijau ini menyembelih dan menyalurkan puluhan hewan kurban ke berbagai wilayah di Malang Raya berkat tingginya kepercayaan masyarakat dan mitra strategis.
Tahun ini, Unisma sukses menghimpun dan menyalurkan total 22 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari keluarga besar Yayasan Unisma, civitas akademika, masyarakat umum, serta sejumlah mitra strategis kampus.
”Alhamdulillah, kami menerima bantuan dari mitra Unisma, antara lain satu ekor sapi dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan satu ekor sapi dari Masjid Salman ITB,” ujar Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D, di sela acara penyembelihan, Rabu (27/5/2026).
Untuk memastikan manfaat ibadah kurban dirasakan secara luas dan tepat sasaran, Unisma sengaja tidak memusatkan seluruh proses penyembelihan di dalam lingkungan kampus.
Dari total hewan yang terkumpul, sebanyak 11 ekor sapi dan 9 ekor kambing disembelih di Masjid Ainul Yaqin (masjid kampus Unisma). Sementara selebihnya—yaitu 11 ekor sapi dan 24 ekor kambing—didistribusikan langsung ke berbagai titik luar daerah, mulai dari Malang Barat, Utara (Singosari), Timur (Tumpang), hingga Malang Selatan (Bantur). Hewan-hewan tersebut disalurkan melalui jaringan pondok pesantren dan sekolah-sekolah setempat.
”Langkah ini kami ambil untuk memudahkan distribusi di masyarakat, sehingga kemanfaatannya bisa dirasakan secara lebih luas,” jelas Prof. Junaidi.
Lonjakan jumlah hewan kurban di Unisma tahun ini tergolong istimewa. Prof. Junaidi tidak menampik adanya tantangan ekonomi makro yang membuat tren berkurban secara nasional diprediksi menurun. Namun, Unisma punya kiat tersendiri untuk menjaga antusiasme pekurban.
”Secara tren makro di berita-berita memang ada penurunan karena faktor ekonomi. Namun alhamdulillah, kepercayaan masyarakat untuk menitipkan kurbannya ke Masjid Unisma justru semakin tinggi. Kiat kami adalah melalui pendekatan personal dan kekeluargaan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat keikhlasan, ketabahan, dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari, meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Yayasan Unisma, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P, memaknai esensi kurban sebagai simbol perjuangan Unisma yang saat ini sedang bertransformasi menuju panggung internasional.
Menurut Prof. Agus, keikhlasan yang diajarkan dalam ibadah kurban adalah fondasi penting bagi Unisma dalam mengejar target akademiknya.
”Dalam rangka menuju World Class University, ada hal yang memang harus diikhlaskan, salah satunya disimbolkan melalui ibadah kurban ini.
Mudah-mudahan dengan semangat kurban, cita-cita Bapak Rektor untuk membawa Unisma masuk dalam jajaran universitas berkelas dunia pada tahun 2027 dapat segera tercapai,” pungkasnya optimis. (*)





