IDEA JATIM, BATU – Komitmen dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara spiritual dan sosial kembali ditunjukkan oleh Al Hikmah IIBS Batu. Memanfaatkan momentum sakral Hari Raya Iduladha 1447 H, lembaga pendidikan berbasis Islamic boarding school bertaraf internasional ini menggelar kegiatan ibadah qurban yang dirancang sebagai sarana efektif untuk pendidikan karakter bagi para siswanya Rabu (27/5/2026).
Berbeda dengan sekadar ritual tahunan, Al Hikmah IIBS Batu menjadikan momen ini sebagai laboratorium sosial. Para siswa dilibatkan secara aktif dari hulu keempati mulai dari menyaksikan proses penyembelihan yang sesuai syariat, membantu pengemasan, hingga turun langsung mendistribusikan paket daging qurban kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Lewat aksi nyata ini, siswa diajak menyelami makna terdalam dari keikhlasan, pengorbanan, gotong royong, dan empati.
Ketua Pengurus Yayasan LPI Al Hikmah, Mohammad Zahri, menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai karakter di lingkungan boarding school harus dilakukan melalui pembiasaan dan aksi kontekstual, bukan sekadar teori di dalam kelas.
“Melalui ibadah qurban, kami ingin menanamkan sikap peduli, empati, dan kepekaan sosial kepada para siswa. Mereka belajar bahwa pendidikan tidak hanya tentang capaian akademik, tetapi juga bagaimana kehadiran mereka mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Mohammad Zahri.

Zhari juga menambahkan bahwa kepekaan terhadap lingkungan sekitar merupakan fondasi utama dalam membentuk kepemimpinan masa depan. Karakter sosial yang kuat harus dibangun sejak dini agar kelak saat terjun ke masyarakat, para siswa tumbuh menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib sesama.
Sebagai sekolah yang dikenal luas dengan standar internasionalnya, Al Hikmah IIBS Batu secara konsisten mengintegrasikan kurikulum akademik dengan program pembentukan akhlakul karimah. Kegiatan sosial kemasyarakatan seperti ini merupakan implementasi langsung dari visi besar sekolah, yaitu melahirkan generasi yang sholih atau memiliki kesalehan ritual dan hubungan yang baik dengan Allah SWT.
“Selain itu membentuk siswa muslih atau mampu membawa perbaikan, kemaslahatan, dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Serta menghasiljan siswa yang erprestasi atau unggul dalam bidang akademik serta memiliki daya saing global,” terangnya.
Melalui keterlibatan langsung dalam kepanitiaan qurban, para siswa tidak hanya belajar mengenai manajemen kegiatan dan kerja sama tim (teamwork), tetapi juga mengasah rasa syukur atas segala nikmat yang mereka terima. Pengalaman empiris berinteraksi dengan warga sekitar diharapkan mampu membekas dalam ingatan kolektif siswa, sekaligus memperkuat jati diri mereka sebagai muslim yang rahmatan lil ‘alamin. (*)




