IDEA JATIM, MALANG – Semarak perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H di SD Insan Amanah berlangsung khidmat dan penuh edukasi. Tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan kurban, sekolah ini juga sukses mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian sosial dan pembelajaran ibadah haji secara nyata bagi para siswanya.
Dalam perayaan tahun ini, panitia Iduladha SD Insan Amanah menyembelih 4 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Unsur gotong royong sangat terasa karena seluruh hewan kurban ini berasal dari partisipasi murni warga sekolah.
”Seluruh hewan ini murni kurban, tidak ada yang sifatnya latihan atau sedekah biasa. Untuk sapi, berasal dari kurban orang tua siswa dan satu ekor dari perwakilan guru untuk satu keluarga. Sementara untuk kambing, semuanya merupakan kurban dari para siswa,” ujar Ketua Panitia Kegiatan, Fifin Istiqomah, S.Ag.

Ada yang menarik dalam mekanisme penyaluran kurban tahun ini. Dari 20 ekor kambing yang terkumpul, tidak semuanya disembelih di lingkungan sekolah. Berdasarkan permohonan proposal yang masuk, panitia memutuskan untuk mendistribusikan 5 ekor kambing dalam keadaan hidup ke lima Sekolah Dasar (SD) negeri yang berada dalam satu gugus.
”Kami memprioritaskan sekolah satu gugus yang tahun ini tidak mengadakan penyembelihan kurban. Masing-masing sekolah menerima satu ekor kambing hidup agar mereka juga bisa merasakan esensi berkurban di tempat masing-masing,” tambah Fifin.
Sementara itu, sisa hewan kurban lainnya disembelih langsung di sekolah dan menghasilkan total ratusan paket daging siap edar, dengan rincian 541 paket dari hewan sapi dan sekitar 430-an paket dari hewan kambing.
Menariknya, pembagian kurban kali ini dilakukan tanpa sistem kupon antrean panjang untuk menjaga kenyamanan. Panitia memilih bergerak aktif mengantarkan langsung daging kurban ke rumah-rumah warga sekitar serta mendistribusikannya kepada pihak-pihak yang selama ini bekerja sama dengan kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Demi menjaga kondusivitas, siswa-siswi secara umum memang diliburkan pada hari penyembelihan. Namun, panitia tetap mengundang khusus para siswa dan orang tua yang berkurban untuk datang, mendokumentasikan momen bersama hewan kurbannya, serta menyaksikan langsung proses penyembelihan sebagai bagian dari syariat.
Fifin menjelaskan bahwa rangkaian agenda Iduladha di SD Insan Amanah ini memiliki misi edukasi yang sangat kuat, yang terbagi dalam dua esensi besar:
Pelajaran Kurban: Melalui kisah Nabi Ibrahim AS, anak-anak diajarkan arti keikhlasan, berbagi, serta kepatuhan mutlak pada perintah Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud syukur atas nikmat yang melimpah sebagaimana yang tertuang dalam Surat Al-Kautsar.
Pelajaran Manasik Haji: Seminggu sebelum penyembelihan, tepatnya pada hari Kamis, sekolah juga telah menggelar simulasi manasik haji yang diikuti oleh siswa kelas 1 sampai kelas 5. Memanfaatkan area belakang sekolah, para siswa belajar mempraktikkan rukun-rukun haji secara urut, mulai dari tawaf mengelilingi replika Kakbah, salat sunah, sai, wukuf, melempar jumrah, hingga tahalul.
Melalui perpaduan antara praktik ibadah haji (manasik) dan aksi sosial (kurban) ini, SD Insan Amanah berharap karakter religius dan kepedulian sosial anak-anak dapat tumbuh seimbang sejak usia dini. (*)




